Angka Kelahiran di Jabar Turun

BANDUNG RAYA

BANDUNG, (PRLM).- Pelaksanaan program keluarga berencana (KB) selama 37 tahun, telah memberikan dampak positif terhadap pengendalian dan peningkatan kesejahteraan keluarga. Hal tersebut diketahui dengan terjadinya penurunan rata-rata angka kelahiran (TFR) dari 5,9 tahun 1970 menjadi 2,30 tahun 2007. Kondisi seperti itu dapat tercapai karena tingginya
dukungan masyarakat terhadap program KB.

”Di balik keberhasilan tersebut, program KB di Jabar masih dihadapkan pada beberapa tantangan. Misalnya,  masih tingginya rata-rata kawin muda, partisipasi pria dalam program KB masih rendah, kasus HIV/AIDS, narkoba dan perilaku seksual yang tidak aman terutama di kalangan remaja. Selain itu, jumlah keluarga prasejahtera dan sejahtera I meningkat, partisipasi keluarga terhadap program-program ketahanan serta pemberdayaan keluarga juga masih rendah,” kata Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jabar,  Rukman Heryana.

Menurut Rukman, dalam UU RI No. 59 tahun 2009 disebutkan, perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga merupakan upaya terencana mewujudkan penduduk tumbuh seimbang dan mengembangkan kualitas penduduk pada seluruh dimensi penduduk.

”Sedangkan  KB merupakan upaya mengatur kelahiran anak, jarak dan usia ideal melahirkan, mengatur kehamilan melalui promosi, perlindungan, serta bantuan sesuai dengan hak reproduksi untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas,” ucapnya.

Untuk mencapai kondisi seperti itu, diperlukan intensifikasi KIE (komunikasi, informasi, dan edukasi) melalui berbagai media dan saluran. Tujuannya, memberi pendidikan kepada masyarakat mengenai pentingnya perencanaan satu keluarga. Program KB jangan hanya dipandang sebagai pengendalian kelahiran saja, tetapi satu pendidikan keluarga untuk membangun keluarga yang memiliki ketahanan tinggi dan berdaya. (A-62/A-147)***

Baca Juga

Potensi ZIS Kab. Bandung Bisa Rp 30 Miliar/Bulan

BANDUNG RAYA

SOREANG,(PRLM).- Bupati Bandung Dadang M. Naser menyatakan apabila kaum Muslimin memiliki kesadaran dalam membayar zakat, infak, maupun sedekah (ZIS), maka dalam sebulan bisa berkumpul Rp 30 miliar sebulan. Hal itu apabila setiap Muslim memberikan ZIS-nya setiap bulan Rp 10.000,00.

HTI Jawa Barat Kunjungi Redaksi "PR"

BANDUNG RAYA
REDAKTUR Pelaksana Pikiran Rakyat ("PR") Bandung, Erwin Kustiman didampingi wartawan Eva Fahas menerima kunjungan DPD I Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Jawa Barat, rombongan dipimpin Siti Nafidah di ruang rapat kecil redaksi, Jalan Asia Afrika, Bandung, Sel

Diciduk Saat akan Transaksi Narkoba di Persimpangan Jalan

BANDUNG RAYA

BANDUNG, (PRLM).- Satuan Tugas Berantas Narkoba Polrestabes Bandung menangkap seorang kurir narkoba jenis sabu. Dari tangan tersangka, disita sabu sebanyak 3 gram yang sedianya akan diantarkan dikirimkan kepada pelanggan.

Potensi Gratifikasi di RS Saat Dokter Resepkan Obat

BANDUNG RAYA

BANDUNG, (PRLM).- Potensi gratifikasi di rumah sakit terjadi saat dokter meresepkan obat bagi pasien. Obat yang harus ditebus pasien berasal dari industri farmasi yang dianggap memberi keuntungan pribadi.