Pasar Tradisional Kian Terdesak

EKONOMI

BANDUNG, (PRLM).- Sepuluh provinsi berkomitmen menjaga dan melindungi keberadaan pasar tradisional yang saat ini kian terdesak oleh pasar modern. Sebagai salah satu langkah strategis, mereka akan mengusulkan adanya kajian revisi Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2007 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional.

Komitmen itu merupakan hasil pertemuan Mitra Praja Utama (MPU) di Bandung, belum lama ini. Kesepuluh pemprov yang tergabung dalam MPU itu yakni Jawa Barat, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jateng, DI Yogyakarta, Jatim, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

”Perkembangan pasar modern dan minimarket saat ini cukup mengkhawatirkan kelangsungan pasar tradisional. Oleh karena itu, kami berkomitmen melakukan upaya perlindungan dan pemberdayaan pasar tradisional, walaupun pengembangan pasar merupakan kewenangan pemerintah pusat,” ujar Kepala Biro Administrasi Perekonomian Jabar, Ir. H. M. Taufiq Budi Santoso.

Sejauh ini, kata dia, belum ada peraturan perundang-undangan yang mampu mengakomodasi permasalahan yang menimbulkan keterpurukan pasar tradisional di hadapan pasar modern. Di sisi lain, pertumbuhan dan perkembangan pasar modern terbilang sangat pesat.

Selain akan mengusulkan pengkajian PP, kesepuluh provinsi juga sepakat untuk meminta kejelasan mengenai tugas pokok dan fungsi serta peranan pemerintah pusat, provinsi, dan kab./kota. Hal itu akan dituangkan dalam pedoman penataan dan pembinaan pasar tradisional, pusat perbelanjaan, dan toko modern. (A-150/A-147)***

Baca Juga

PT KAI Pastikan Reaktivasi Rel KA Potensial Dikembangkan

EKONOMI

SOLO, (PRLM).- PT Kereta Api Indonesia (KAI) memastikan akan mereaktivasi jalur rel yang potensial, terutama untuk pengembangan pariwisata KA sekaligus untuk pelayanan KA perintis.

OJK harapkan ISEI Kian Bersinergi

EKONOMI

BANDUNG, (PRLM).- Kantor Regional 2 Otoritas Jasa Keuangan Jabar berharap Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Wilayah Jabar semakin bersinergi. Sehingga, dengan sinergitas tersebut pengetahuan masyarakat Jabar mengenai keuangan kian meningkat.

Kuartal I/2015, BRI Raup Laba Rp 6,1 Triliun

EKONOMI

JAKARTA, (PRLM).- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI membukukan laba bersih sebesar Rp 6,1 triliun pada kuartal I/2015 atau tumbuh 3,3% dibandingkan dengan kuartal I tahun sebelumnya yang sebesar Rp 5,9 triliun.

Hipmi Gelar Sosialisasi OVOP

EKONOMI
SALAH seorang juri sedang mewawancarai seorang peserta lomba produk kreatif di Pendopo Kota Bandung, Minggu (3/5/2015). *

BANDUNG, (PRLM).- Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) BPC Kota Bandung menggelar sosialisasi program One Village One Product (OVOP), di Pendopo Kota Bandung, Minggu (3/5/2015). Pada kegiatan tersebut diselenggarakan lomba produk kreatif dan lomba make up.