30 Warga Korban Lakalantas Dapat Kaki Palsu

JAWA BARAT

BEKASI, (PRLM).- Sebanyak 30 warga Kota Bekasi yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas (lakalantas) hingga mengakibatkan kakinya diamputasi mendapatkan bantuan kaki palsu dari yayasan Kick Andy.

Kepala unit lakalantas Polres Metro Kota Bekasi AKP Heri Purwanto di Bekasi, Selasa (24/11), mengatakan penderita cacat kaki itu sebanyak 20 orang telah datang ke Polres untuk diukur kakinya sebelum dibuatkan kaki palsu. Untuk 10 penderita cacat lainnya pengukuran akan dilakukan pada Rabu (25/11), disebabkan hanya ada dua petugas.

"Penyandang cacat tersebut tidak hanya akibat lakalantas di Kota Bekasi, tapi juga di Jakarta, Bandung dan kota lainnya namun mereka memiliki identitas sebagai warga Kota Bekasi," ujarnya seperti dikutip Antara.

Ia menyatakan, bantuan kaki palsu tersebut merupakan hasil kerja sama antara Polda Metro Jaya dengan yayasan Kick Andy, yang akan menyalurkan 1.000 kaki palsu. Pemberian kaki palsu kepada korban lakalantas tidak dipungut biaya sepeserpun dan kegiatan sosial tersebut dimaksudkan untuk membantu penderita agar bisa tetap produktif.

"Korban lakalantas yang menderita cacat rata-rata berusia 20-30 tahun. Mereka berada diusia produktif dan bantuan kaki tersebut diharapkan menjadikannya lebih optimis menjalani kehidupan," ujarnya.

Heri mengaku tidak memiliki data berapa korban lakalantas pertahun di Bekasi yang kakinya akhirnya harus diamputasi. "Biasanya korban atau keluarganya tidak melaporkan ke aparat kepolisian," ujarnya.

Agar program tersebut bisa diketahui secara luas, maka pihaknya berharap media bisa memberikan informasi kepada masyarakat, sementara di kantor polisi pengumuman juga akan ditempelkan.

Ia mengaku belum tahu kapan kaki palsu tersebut akan diserahkan ke korban lakalantas. "Setelah pengukuran data akan dikirim ke Yayasan Kick Andy dan setelah itu baru ditunggu konfirmasinya," katanya.

Pengurus Yayasan Kick Andy, Ahmad Harun, menyatakan, dari hasil pengukuran akan dipesan kaki palsu sesuai ukuran kepada pembuatnya yang juga seorang penyandang cacat di Bojonegoro Jawa Timur.

Ia mengatakan, kaki palsu yang diserahkan tersebut terdiri atas dua macam, tergantung kecacatan si korban, yaitu ada yang sebetis dan ada juga yang di atas lutut.

"Kaki tersebut bisa ditekuk pada bagian tumit dan bahkan mampu menahan beban hingga 100 kg, sehingga memudahkan penerima kaki palsu beraktivitas laiknya orang normal," ujarnya.

Hingga kini yayasan telah menyalurkan lebih dari 800 kaki palsu kepada penderita tidak hanya sebatas korban lakalantas, tapi juga bencana alam seperti tsunami di NAD serta cacat akibat kecelakaan kerja. (A-120) ***

Baca Juga

Polres Usulkan Perda Miras di Paripurna

JAWA BARAT

TASIKMALYA, (PRLM).- Kota Tasikmalaya sudah dalam kategori darurat miras. Penerbitan Peraturan Daerah (Perda) Miras sangat penting."Kami sudah mencoba menyampaikan usulan kepada anggota DPRD dalam rapat Paripurna, Jumat (24/4/2015).

Depok Terima Aset Rp 21 Miliar

JAWA BARAT

DEPOK, (PRLM).- Pemerintah Kabupaten Bogor menyerahkan aset Perusahaan Air Minum Daerah Tirta Kahuripan yang ada di wilayah Kota Depok. Bupati Bogor Nurhayati menargetkan dalam 6 bulan ke depan seluruh aset PDAM Tirta Kahuripan di Depok sudah selesai diserahkan ke Pemkot Depok.

Kondisi Lapas di Tasikmalaya Memprihatinkan

JAWA BARAT

TASIKMALAYA, (PRLM).- Anggota Komisi III DPR RI, Ahmad Zacky Siradj dalam kunjungan kerjanya mengatakan akan berupaya mengusulkan aspirasi yang telah dikemukakan para petugas lapas terkait kepada Pemerintah Pusat usai audensi dan silaturahmi di Lembaga Pemasyarakatan (lapas) kelas II B Tasikmalay

Pemkot Tasikmalaya Dukung Perda Miras

JAWA BARAT

TASIKMALAYA, (PRLM).- Walikota Tasikmalaya, Budi Budiman, merespon positif usulan sanksi kurungan dan denda pada Perda Miras yang akan segera dibahas oleh DPRD Kota Tasikmalaya.