Polisi Penembak Sopr Angkot Terancam Dipecat

JAWA BARAT

DEPOK,(PRLM).-Briptu IS, pelaku penembakan sopir angkot D102 jurusan Lebak Bulus-Limo terancam dipecat dari jabatannya jika dari hasil sidang disiplin dirinya dinyatakan bersalah secara pidana. Demikian dikatakan Kabag Operasional (Kabag Ops) Polres Depok, Kompol Dramayadi, kepada wartawan.

"Pemecatan akan dilakukan jika pidana umum dan kesalahan peosedur terbukti dilakukan Briptu IS," katanya ditemui di Polres Depok, Jalan Margonda Raya No. 34, Depok, Senin (23/11).

Sidang disiplin tersebut, kata Kabag Ops, akan digelar pekan ini. Namun, mengenai kepastian waktunya, Dramayadi tidak dapat menyebutkan. "Jadwal pastinya belum tahu kapan. Kita tunggu saja antara satu hingga dua hari nanti," ujarnya membeberkan.

Jika dalam sidang tersebut, Briptu IS terbukti melakukan pelanggaran profesi dalam kode etik kepolisian, kata Dramayadi, maka ia akan dikenakan sanksi oleh pimpinan atau atasan hukum yang berhak menghukum pelaku. Sidang disiplin akan dipimpin oleh Wakil Kapolres Depok, AKBP Ahmad Subarkah. "Setelah terbukti melakukan pelanggaran profesi maka pelaku akan disidangkan di pengadilan umum," jelasnya.

Briptu IS menjadi tersangka penembakan Subagyo (33), sopir angkot 102 pada Selasa 17 November 2009. Saat itu, terjadi penggerebekan empat orang penjudi yang notabene merupakan para sopir angkot yang biasa mangkal di pangkalan 25, Jalan Meruyung Raya, Kelurahan Limo, Kecamatan Limo. Menurut saksi mata, pelaku melepaskan tiga tembakan kea rah Subagyo sehingga pria asal Jawa Tengah itu tewas.

Hingga kini, Briptu IS masih menjalani pemeriksaan intesnif di Polres Depok. Bersama sembilan terperiksa lainnya masih berada di tahanan khusus provost Polres Depok. Kesepuluh orang tersebut kini dinonaktifkan dari jabatannya. "Mereka semua kita tahan dan dinonaktifkan," tegas Dramayadi.

Sementara itu, Mutia (31) istri korban menuntut agar pelaku dijatuhkan sanksi seberat mungkin. Selain itu, ibu satu anak ini meminta tunjangan untuk masa depan anaknya, Miftah Aulia (6 bulan). "Siapa yang akan member nafkah anak saya nantinya. Saya minta agar pelaku diberi hukuman yang lebih berat," pungkasnya.(A-163/A-50)***

Baca Juga

Kabupaten Bekasi Juara Umum STQ XIV/2015

JAWA BARAT
M. IQBAL MAULUD/PRLM

BANDUNG, (PRLM).- Kabupaten Bekasi menjadi juara umum Seleksi Tilawatil Quran ke XIV/2015 dengan perolehan nilai 24 poin, diikuti oleh peringkat kedua yaitu Kota Tasikmalaya dengan nilai 14 poin, dan juara ketiga di tempati oleh Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Bandung Barat, yang masing-masing m

Jaga Ekosistem, Area Sekitar Tambak Ditanami 2.000 Mangrove

JAWA BARAT
YUSUF ADJI/PRLM

SUBANG, (PRLM).-Areal lahan di sekitar tambak sentra produksi perikanan Desa Langensari Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang ditanami 2.000 bibit mangrove, Senin (30/3/2015).

Polres Cianjur Berhasil Ungkap Sejumlah Kasus Ranmor

JAWA BARAT

CIANJUR, (PRLM).- Operasi gabungan yang dilaksanakan Polres Cianjur dalam mengejar pelaku pencurian kendaraan bermotor (ranmor) yang digelar sebulan terkahir berhasil menangkap sembilan tersangka berikut barang bukti delapan sepeda motor berbagai merk.

Pengusutan Dugaan Korupsi Bansos 2009 - 2012

Kejagung Periksa Wakil Bupati Cirebon

JAWA BARAT

JAKARTA, (PRLM).- Kejaksaan Agung Republik Indonesia memeriksa Wakil Bupati Cirebon Wakil Bupati Cirebon Tasiya Soemadi Algotas terkait pengusutan dugaan korupsi bantuan sosial Kabupaten Cirebon 2009 - 2012.