44 Hektare Lahan Kering Hasilkan Kedelai Berkualitas

KUNINGAN, (PRLM).- Para petani yang tergabung dalam kelompok Desa Cileuya dan Luragung Tonggoh, akhirnya berhasil memanfaatkan lahan kering seluas 44 hektare dengan ditanami kedelai yang hasilnya berkualitas. Pada tahun-tahun sebelumnya, lahan seluas itu dibiarkan mengering tanpa ditanami akibat kesulitan air.

Kepala Desa Cileuya Iswandi Idris, ketika bersama Bupati Kuningan H.Aang Hamid Suganda melakukan panen perdana kedelai di lahan kering, Kamis (29/10), mengungkapkan, untuk menggarap lahan seluas itu butuh kerja keras sampai pada saat panen seperti ini karena harus mengubah kebiasaan petani dari tradisional ke rasional dalam waktu bercocok tanam.

Lahan seluas puluhan hektar di musim kemarau, kata Iswandi, biasanya dibiarkan kering tanpa ditanami apapun karena memang para petani kesulitan memperoleh air. Tanah tersebut, merupakan tadah hujan, sehingga hanya dimanfaatkan di saat musim penghujan. "Keberhasilan menanam kedelai pada areal puluhan hektare merupakan kebanggaan tersendiri dan para petani juga merasa bersyukur karena ternyata menghasilkan walaupun harus berjuang ekstra keras," paparnya.

Hal sama diungkapkan Kepala Desa Luragung Tonggoh, Dudi Setiadi, yang juga menyoroti soal ketersediaan air untuk pengairan lahan pertanian merupakan masalah yang dihadapi oleh para petani di desanya. "Namun, pada musim kering tahun ini para petani berjuang keras memanfaatkan lahannya dengan tanaman kedelai dan hasilnya bisa panen," tuturnya, bangga.

Di Desa Cileuya Kec. Cimahi lahan kedelai yang dipanen seluas 4 Ha yang merupakan garapan dari Kelompok Tani Dusun Leuwi Kuda sedangkan di Desa Luragung Tonggoh Kec. Luragung panen kedelai dilakukan di lahan seluas 40 Ha.

Kepala Dinas Pertanian H. Imam Sungkawa, yang juga turut memanen kedele, mengungkapkan, kedelai merupakan komoditas pertanian yang mempunyai peranan strategis sebagai sumber protein nabati yang diperlukan oleh tubuh manusia. Banyak bahan makanan yang berbahan baku kedelai di antaranya tahu, tempe, kecap, susu kedelai dll.

Produksi kedelai di Kab. Kuningan, dalam setahun baru mencapai 1.050 ton, sedangkan kebutuhan kedelai setiap tahunnya berkisar antara 6.000 - 7.000 ton. Oleh karenanya, pengadaan kedelai merupakan peluang sekaligus tantangan untuk terus meningkatkan produktivitasnya karena lahan yang tersedia cukup potensial yakni pada areal seluas 7.400 Ha, yang tersebar di Kec. Luragung, Cimahi, Cibeureum, Ciwaru, Karangkancana, Kalimanggis, Cidahu, Lebakwangi, Ciniru, Hantara, Cilebak, Subang dan Selajambe.

Bupati Kuningan H.Aang Hamid Suganda, mengungkapkan rasa bangganya terhadap para petani yang mau bekerja keras untuk memulai sesuatu yang baru, yang tadinya hanya menanam padi dan membiarkan sawahnya atau lahannya kosong kering pada musim kemarau, tetapi mulai sekarang petani mau memanfaatkan lahan kering yang biasanya kosong pada musim kemarau tersebut, dengan kedelai.

"Kebutuhan kedelai di Kuningan masih belum bisa terpenuhi sehingga masih harus mengambil dari luar daerah. Ini merupakan tantangan bagi Dinas Pertanian untuk terus meningkatkan kajian-kajian teknologi untuk meningkatkan produksi dan produktivitas kedelai. Bimbing terus petani di lapangan melalui kelompok tani, agar para petani mampu mengaplikasikan teknologi sesuai anjuran sehingga mampu meningkatkan pendapatan petani secara signifikan," paparnya. (A164/das)***

Baca Juga

Pertamina Jamin Pasokan BBM dan Elpiji Natal-Tahun Baru

BANDUNG, (PR).- PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) III memastikan keamanan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji di wilayah Jawa Bagian Barat (Jawa Barat, Jakarta, dan Banten) pada periode Natal 2016 dan Tahun Baru 2017 (Nataru).

Warteg Go to Malaysia Tahun 2017, Menteri Koperasi Bantu Mediasi

JAKARTA, (PR).- Warung Tegal yang biasa dikenal dengan sebutan warteg rencananya akan ekspansi ke Malaysia sebagai usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pada 2017. Kementerian Koperasi siap memediasi koperasi warteg dengam pemerintah Malaysia agar mendapat kemudahan dalam perizinan usaha.

Rokok Tentukan Inflasi Nasional Tahun Lalu

JAKARTA, (PR).- Rokok semakin berkontribusi pada tingkat inflasi nasional di tahun 2016 dan juga garis kemiskinan. Sementara disparitas kemiskinan antara perkotaan dan perdesaan semakin besar.