Gempa Lombok, Warga Kembali Dibayangi Trauma

Ilustrasi/IVONI PUTRI

MATARAM, (PR).- Gempa kembali mengguncang kawasan Kota Mataram dan Lombok berkekuatan 5,3 skala Richter sekitar pukul 9.00 WITA, Kamis, 6 Desember 2018. Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, kawasan Kota Mataram dan Lombok diguncang gempa dengan magnitudo 5,7 yang setelah dimutakhirkan menjadi magnitudo 5,3.

Masyarakat Mataram, sontak berhamburan keluar rumah ke ruang terbuka menyelamatkan diri dikhawatirkan ada reruntuhan bangunan.

Anak-anak sekolah pun terpaksa dipulangkan lebih awal meskipun sebagian besar dari mereka sedang melaksanakan ujian semester.

Seorang warga Kompleks Suite Indah Kota Mataram Achmad Sukisman Azmi langsung berteriak mengingatkan keluarga dan tetangganya untuk bergegas keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

"Gempa, gempa, gempa," teriak Sukisman seraya menyuruh keluarganya keluar rumah dan mencari ruang terbuka.

Dikatakan Sukisman, warga Kota Mataram sudah satu bulan ini tidak merasakan guncangan gempa setelah gempa 4 bulan lalu yang memporak-porandakan Lombok. Dia pun mengaku kembali trauma.

"Sudah satu bulan ini tidak ada gempa, baru sekarang ada gempa lagi. Trauma lagi," tutur dia.

Berdasarkan pantauan "PR" di lapangan, setelah gempa terjadi banyak warga yang masih bertahan luar rumah dan mengaku masih khawatir masuk rumah. Selain itu, rombongan anak sekolah berbondong-bondong bergegas keluar sekolah. Tampak wajah-wajah panik menyelimuti masyarakat, baik anak kecil maupun dewasa.

Berdasarkan keterangan resmi yang disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho membenarkan kejadian gempa tersebut. Dia menuturkan, berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, kawasan Kota Mataram dan Lombok diguncang gempa dengan magnitudo 5,7 yang setelah dimutakhirkan menjadi magnitudo 5,3. Pusat gempa di darat pada 23 km Barat Laut Mataram pada kedalaman 10 km. Gempa tidak berpotensi tsunami.

"Posko BNPB telah mengonfirmasi dampak gempa. Guncangan gempa dirasakan kuat selama 5 detik di Kota Mataram. Masyarakat panik dan keluar dari rumah/bangunan Anak-anak SD sebagian dipulangkan," ungkap Sutopo.

Di Kabupaten Lombok, dikatakan Sutopo, gempa terasa kuat sekitar 4 detik hingga 5 detik. Masyarakat panik dan keluar dari kantor/bangunan.

"Selain dirasakan di Mataram dan Lombok, guncangan gempa juga dirasakan di Denpasar Bali dengan guncangan sedang. Dampak gempabumi ini dilaporkan menimbulkan guncangan di daerah Lombok Utara dalam skala intensitas VI MMI, Lombok Barat dan Mataram V MMI, Lombok Tengah dan Lombok Timur IV MMI, Denpasar III-IV MMI, Jimbaran, Tabanan, Nusa Dua dan Sumbawa III MMI, Karangasem, Singaraja dan Kuta II-III MMI," ungkap Sutopo.

Disinggung mengenai dampak kerusakan akibat gempa itu, Sutopo menjelaskan, hingga data dihimpun, tidak ada laporan korban jiwa dan kerusakan bangunan.

"Belum ada laporan korban jiwa dan kerusakan bangunan. Tim Reaksi Cepat BPBD saat ini masih mengumpulkan informasi mengenai dampak gempa," ujar Sutopo.***

Baca Juga

Jalur pendakian Gunung Rinjani Resmi Dibuka

LOMBOK TENGAH, (PR).- Jalur pendakian ke Gunung Rinjani melewati Desa Aik Berik, Kecamatan Batukliang Utara Lombok Tengah (Loteng) secara resmi dibuka.