Dalami Keterlibatan Idrus Marham, KPK Panggil Dua Saksi

Tersangka/ANTARA FOTO
MANTAN Menteri Sosial Idrus Marham dengan rompi oranye memasuki mobil tahanan seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Jumat 31 Agustus 2018. KPK resmi menahan Idrus atas kasus dugaan suap proyek pembangunan PLTU Riau-1.*

JAKARTA, (PR).- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil dua saksi dalam penyidikan tindak pidana korupsi suap kesepakatan kerja sama pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Riau-1. Dalam kasus tersebut, KPK telah menetapkan tiga tersangka antara lain Wakil Ketua Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Eni Maulani Saragih (EMS), Johannes Budisutrisno Kotjo (JBK) yang merupakan pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited serta mantan Menteri Sosial dan Sekjen Partai Golkar Idrus Marham (IM).

"Hari ini, dijadwalkan pemeriksaan terhadap dua orang saksi untuk tersangka IM terkait kasus suap kesepakatan kerja sama pembangunan PLTU Riau-1," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa 4 September 2018.

Dua saksi itu antara lain Direktur Pengembangan dan Niaga PT Pembangkitan Jawa Bali Henky Heru Basudewo dan pegawai pemerintah non PNS atau Tenaga Ahli DPR RI Tahta Maharaya.

Selain itu, dilaporkan Kantor Berita Antara, KPK juga memanggil satu saksi lainnya untuk tersangka Johannes, yakni Direktur Utama PT Samantaka Batubara Sujono Hadi Sudarno.

Dalam penyidikan kasus itu, KPK baru saja menahan tersangka Idrus pada Jumat 31 Agustus 2018 setelah ditetapkan sebagai tersangka pada Jumat 24 Agustus 2018 lalu.

Diduga tergiur janji

Idrus Marham ditahan untuk 20 hari pertama di Rutan Cabang KPK di K4 (di belakang gedung Merah Putih KPK).

Idrus diduga menerima janji untuk mendapat bagian yang sama besar dari Eni sebesar 1,5 juta dolar AS yang dijanjikan Johannes bila PPA (purchase power agreement) proyek PLTU Riau-1 berhasil dilaksanakan Johannes dan kawan-kawan.

Idrus Marham diduga bersama-sama dengan Eni yang diduga telah menerima hadiah atau janji dari Johanes. Johanes merupakan pemegang saham Blakgold Natural Resources Limited terkait kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau I.

Idrus diduga mengetahui dan memiliki andil terkait penerimaan uang dari Eni dari Johanes, yaitu pada November-Desember 2017 Eni menerima Rp4 miliar sedangkan pada Maret dan Juni 2018 Eni menerima Rp2,25 miliar.

Idrus disangkakan pasal 12 ayat (1) huruf a atau pasal 12 huruf b atau pasal 11 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau pasal 56 ke-2 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Tersangka Eni juga diketahui telah mengembalikan uang Rp500 juta kepada penyidik KPK.***

Baca Juga

Mendagri Tunjuk Wabup Bekasi sebagai Plt Bupati

JAKARTA, (PR).- Menteri Dalam Negeri RI, Tjahjo Kumolo, menunjuk Wakil Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja, sebagai pelaksana tugas (Plt) Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin, yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi

Setya Novanto: Sel Saya Tidak Mewah

JAKARTA, (PR).- Mantan Ketua DPR Setya Novanto menilai sel tahanan yang ditempatinya di Lembaga Pemasyarakatan Klas I Sukamiskin Bandung tidak mewah.

Gunung Gamalama Meletus, Warga Sekitar Terdampak Abu Vulkanik

TERNATE, (PR).- Gunung api Gamalama di Pulau Ternate, Maluku Utara (Malut), Kamis, pukul 11.52 WIT (09.52 WIB) meletus. Gunung Gamalama meletus dengan mengeluarkan asap berwarna putih kelabu setinggi 250 meter dari puncak awal.