Penyelenggaraan Asian Games 2018 Bukan Berarti Bangsa Tak Peduli Gempa Bumi Lombok

Gempa bumi/ANTARA
SEJUMLAH warga melintasiareal parkir ruang tunggu yang retak akibat gempa, di Pelabuhan Kayangan, Lombok Timur, NTB, Senin 20 Agustus 2018. Retakan di areal parkir sedalam sekira 1 meter tersebut terjadi akibat gempa bumi yang berkekuatan 7 Skala Richter yang mengguncang Lombok pada Minggu malam pukul 22.56 Wita.*

JAKARTA, (PR).- Pakar komunikasi politik Hendri Satrio menilai, tidak tepat menghubungkan penyelenggaraan Asian Games 2018 dengan gempa bumi di Lombok, NTB apalagi menuduh penyelenggaraannya sebagai bentuk ketidakpedulian terhadap korban gempa bumi di Lombok.

"Apalagi Asian Games 2018 telah dirancang sejak beberapa tahun lalu," kata Dosen Politik Universitas Paramadina itu di Jakarta, Rabu 22 Agustus 2018.

Selain itu, pada upacara pembukaan Asian Games 2018 terdapat momen mengheningkan cipta sejenak untuk korban bencana alam Lombok yang diikuti semua orang yang hadir di Gelora Bung Karno, tak terkecuali delegasi dari luar negeri.

"Itu adalah bentuk perhatian dan dukungan seluruh negara peserta untuk mendukung Indonesia dan para korban bencana untuk bangkit kembali," katanya.

Menurut dia, bangsa Indonesia harus bangga kembali menjadi tuan rumah pesta olah raga negara-negara se-Asia setelah terakhir kali menjadi tuan rumah pada 1962 atau 56 tahun lalu.

"Ini sangat luar biasa dan strategis buat Indonesia. Sangat banyak keuntungan yang bisa kita maksimalkan dari Asian Games 2018 baik itu secara ekonomi, budaya, sosial, politik, bahkan keagamaan," katanya seperti diberitakan Antara.

Ia mengatakan, Asian Games bukan sekadar ajang meraih prestasi olah raga, melainkan juga ajang untuk mempererat hubungan bangsa-bangsa di Asia.

Melalui Asian Games 2018, negara-negara yang dilanda perang dan perang dingin seperti Arab Saudi, Yaman, Palestina, Suriah, Afghanistan, Korea Selatan, dan Korea Utara bisa bertemu di arena olah raga dengan semangat sportivitas.

Banyaknya atlet yang berhijab juga menjadi kampanye tersendiri bagi penghargaan atas keberagaman dan juga sebagai pesan bahwa hijab tak menghalangi perempuan untuk berprestasi.

"Lihat saja peraih medali emas pertama Indonesia yang menggunakan hijab, begitu juga peraih perak dari Iran. Intinya, Asian Games 2018 sangat indah, tidak hanya menyajikan persaingan menjadi yang terbaik di arena, juga menyajikan harmoni keragaman bangsa-bangsa Asia," kata Hendri.***

Baca Juga