Ma'ruf Amin Diminta Mundur dari Jabatannya sebagai Ketua MUI

Ma'ruf Amin/ANTARA

BANDUNG, (PR).– Calon wakil presiden (cawapres) Ma'ruf Amin, diminta untuk mundur dari jabatannya sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Permintaan tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Sodik Mudjahid. Pasalnya, jelas Sodik, dalam Pasal 3 Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) MUI dengan tegas mengatakan bahwa MUI adalah lembaga independen. Sementara Pasal 6 mengatakan bahwa MUI adalah penghubung umat dengan umara dan penterjemah timbal balik kepentingan ulama dan umara.

“Dengan posisi sebagai Cawapres, dari suatu kelompok koalisi partai yang akan berlomba dalam perlombaan Pilpres, maka beliau sudah tidak lagi berada pada posisi independen, atau setidaknya sulit untuk bersikap independen dalam memimpin MUI,” ujar Sodik di Jakarta, seperti dikutip dari PRFM News.

Ia memaparkan, Maruf Amin perlu mundur karena Indonesia memerlukan fatwa MUI, termasuk soal dinamika dalam pemilihan Presiden mendatang. Politisi dari Fraksi Partai Gerindra ini juga menilai, lepasnya jabatan Ketua MUI dari Maruf Amin akan membebaskan pria berkacamata itu dari kesulitan dan tekanan psikologis pribadi. 

“Dengan kata lain, langkah pengunduran diri beliau dari Ketua MUI akan memberikan manfaat bagi MUI, umat, pemerintah, bangsa dan tentu bagi pribadi Maruf Amien,” pungkasnya dikutip laman resmi Sekretariat Kabinet RI.***

 

Baca Juga

Ma'ruf Amin Resmi Mundur Sebagai Rais Aam PBNU

JAKARTA, (PR).- Ma'ruf Amin resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Rais Aam Ma'ruf Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Sabtu 22 September 2018.

Kesuksesan Asian Games 2018 Dongkrak Elektabilitas Jokowi

JAKARTA, (PR).- Pengamat politik dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun menyebut kesuksesan perhelatan Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang turut mendongkrak elektabilitas bakal calon Presiden Joko Widodo (Jokowi).

300 Purnawirawan Jendral Dukung Prabowo-Sandiaga

JAKARTA, (PR).- Sebanyak 300 purnawirawan jenderal memberikan dukungan kepada pasangan calon presiden dan calon wakil nomor urut dua, Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno, dalam Pemilihan Presiden 2019.