Virus Rubella Sebabkan Anak Terlahir Katarak-Tuli

Imunisasi Campak dan Rubella (MR)/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Virus rubella yang menginfeksi ibu hamil pada awal masa kandungan dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi yang dilahirkan. Hal ini diutarakan Sekretaris Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia DR dr Soedjatmiko Sp.A(K).

Soedjatmiko mengatakan bahwa imunisasi vaksin MR penting sebagai pencegahan penularan campak dan rubella karena kedua penyakit tersebut belum dapat diobati secara menyeluruh melainkan hanya bersifat suportif.

"Vaksin campak itu untuk melindungi anak dari penyakit campak. Campak pada anak berbahaya bisa menyebabkan diare, ensefalitis (radang otak), kebutaan, gizi buruk hingga kematian. Tapi kalau imunisasi rubella pada anak untuk memutus mata rantai virus supaya tidak tertular pada ibu hamil," kata Soedjatmiko di Jakarta, Kamis, 2 Agustus 2018, seperti dilansir Kantor Berita Antara.

Rubella merupakan penyakit akut dan ringan yang sering menginfeksi anak dan dewasa muda yang rentan. Namun yang menjadi perhatian dalam kesehatan masyarakat adalah efek kepada janin apabila rubella menyerang pada wanita hamil trimester pertama.

Infeksi rubella selama awal kehamilan dapat menyebabkan keguguran, kematian janin, atau sindrom rubella konegnital (Congenital Rubella Syndroma/CRS) pada bayi yang dilahirkan.

CRS biasanya bermanifestasi sebagai penyakit jantung bawaan, katarak, microcephaly (kepala kecil), dan tuli.

Seperti dilaporkan Kantor Berita Antara, berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, sejak tahun 2010 sampai 2015 diperkirakan terdapat 23.164 kasus campak dan 30.463 kasus rubella.

Jumlah ini diperkirakan masih lebih rendah dibanding angka sebenarnya di lapangan mengingat masih banyaknya kasus tidak terlaporkan, terutama dari pelayanan swasta serta kelengkapan laporan surveilans yang masih rendah.

Data surveilans selama lima tahun terakhir menunjukkan 70 persen kasus rubella terjadi pada kelompok usia di bawah 15 tahun.***

Baca Juga

Menhub: Persoalan Kecelakaan Lion Air Belum Final

MAKASSAR, (PR).- Meski pencarian korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di Perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat sudah dihentikan pada Sabtu, 10 November 2018, namun persoalan terkait kecelakaan pesawat tersebut belum selesai.

Kubah Lava Gunung Merapi Masih Tumbuh

YOGYAKARTA, (PR).- Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta mencatat kubah lava baru Gunung Merapi yang terbentuk sejak 11 Agustus hingga saat ini masih tumbuh meski lajunya rendah.