Mudik dengan Sepeda Semakin Menjadi Tren

Mudik dengan Sepeda/ANTARA
Dua pemudik menggunakan sepeda melintas di jalur Pantura Losarang, Indramayu, Jawa Barat, Jumat, 8 Juni 2018. Beragam cara dilakukan para pemudik untuk bisa kembali ke kampung halaman, salah satunya dengan menggunakan sepeda.*

WIBOWO (63), di usianya yang tidak muda lagi nekad mudik "gowes" sepeda dari Jakarta menuju Solo. Ia berjuang mengayuh sepedanya agar bisa merayakan lebaran bersama keluarga di kampung halaman.

Jauh seperti pemudik lain yang menumpang kendaraan pribadi, angkutan umum, kereta api, kapal dan pesawat, Wibowo menikmati perjalanan jauh itu dengan "menggenjot" sepeda kesayangannya.

"Sekalian refreshing setelah pensiun," ungkap Wibowo, seperti dilansir Kantor Berita Antara, Kamis, 14 Juni 2018.

Wibowo mengawali petualangan dari rumahnya di kawasan Petukangan Selatan Pesanggrahan Jakarta Selatan pada Senin, 11 Juni 2018 pukul 12.00 WIB kemudian tiba di Kalimalang Kota Bekasi Jawa Barat sekitar pukul 16.30 WIB.

Wibowo berkisah, perjalanan unik itu telah dilakukan sebanyak tiga kali sejak usia 55 tahun hingga kini akan menginjak 63 tahun dengan perjalanan mudik menggunakan sepeda dari Jakarta menuju Solo selama enam hari.

Dia mengakui, pihak keluarga tidak mengizinkan berpetualang seperti itu. Terlebih umurnya yang memasuki lanjut usia, karena khawatir terhadap kesehatannya.

Padahal istri dan dua anaknya akan pulang mudik dari Jakarta ke Solo menggunakan mobil pada H-1 atau Kamis, 14 Juni 2018.

Karena aksinya itu, banyak warga yang dilintasi Wibowo turut berempati dan membantu di sepanjang perjalanan bahkan terkadang diberi uang.

Selain memodifikasi sepedanya agar nyaman, Wibowo berbekal obat, pakaian ganti, matras, alat tambal ban, pompa ban dan perkakas, serta bekal uang untuk makan dan minum selama mengarungi perjalanan.

Tren mudik gowes

Tidak hanya Wibowo, cukup banyak warga yang memilih mudik dengan menggunakan sepeda. Tren mudik dengan sepeda nampaknya mulai meningkat dari tahun ke tahun, sebagai alternatif mudik di tengah hiruk pikuk kemacetan arus lalu lintas.

Rata-rata pemudik dengan sepeda berangkat jauh-jauh hari sebelum Lebaran, karena harus menghabiskan waktu berhari-hari untuk bisa sampai ke kampung halaman. Seorang pemudik dari Lampung misalnya, menghabiskan waktu selama tujuh hari untuk bisa sampai di kampung halamannya Boyolali.

Mudik dengan sepeda bukan hanya ramah lingkungan, namun juga memberikan pengalaman mudik yang berbeda dibandingkan dengan mudik dengan kendaraan bermotor seperti pada umumnya.

Sementara itu Yugo menempuh jarak sepanjang 704 km dengan bersepeda. Start dari Ciledug, Jakarta menuju Wonogiri, Jawa Tengah di tengah cuaca yang cukup terik pada siang hari.

"Butuh waktu selama 5 hari untuk satu kali perjalanan. Karena saya mampir di beberapa komunitas sepeda lainnya setiap kota yang dilewati," kata pria yang akrab disapa Yugopus ini, seperti dilansir Kantor Berita Antara.

Tidak singkat jarak yang dia tempuh dengan bersepeda yang hampir menyentuh 1.000 km apabila ditotal dengan jarak jalur keloknya.

Belum cukup sampai di sini cerita Yugopus. Dia ternyata tidak hanya kali ini, gowes kali ini adalah yang kali ketiga.

Tidak memiliki alasan yang khusus untuk Yugo melakukan hal tersebut, hanya berdasarkan kecintaan terhadap sepeda. "Sebenarnya tidak ada proses khusus karena saya terbiasa 'bike to work' dan sangat menikmati bersepeda," katanya.

Rupanya Yugo tidak sendirian. Dia bersama rekan lainnya satu komunitas juga mudik menggunakan sepeda, hanya mereka berpencar ketika berbeda jalur karena memiliki tujuan kampung yang berbeda-beda.

Ayah tiga orang anak ini menjelaskan tidak ada persiapan khusus. Dia selalu membiasakan diri dengan aktivitas sepeda saja.

Media kampanye bersepeda

Bagi sebagian orang merupakan olahraga atau hobi yang menyenangkan. Bagi Yugo dan komunitasnya, bersepeda adalah salah satu media kampanye.

"Saya sendiri tergabung dalam komunitas 'Bike2work' dan 'Fedtangs' (Federalist Tangerang)," katanya.

Melalui komunitasnya tersebut dia memiliki tujuan kampanye dalam menjalani lebih dari ribuan kilometer setiap tahunnya.

"Jujur saja saya tidak hanya mudik dengan menggunakan sepeda, tetapi juga kampanye untuk 'Berbagi Jalan'," katanya.

Menurut Yugo, selama ini para pengguna sepeda kurang mendapatkan haknya dalam menggunakan jalan raya dalam bersepeda. Sepeda masih belum dianggap sebagai salah satu sarana transportasi sehingga kesadaran para pengguna sepeda motor dan mobil masih kurang mengenai keberadaan sepeda di jalan raya.

Kerap kali menurutnya pesepeda justru lebih terancam di jalan raya. "Pesepeda juga punya hak yang sama dalam memakai jalan," tegas Yugo.

Yugo menyukai kegiatan bersepeda sejak berada di bangku SMP. Hingga kini, dia terus berupaya mengampanyekan hal tersebut.***

 

 

Baca Juga

Zohri Jadi Relawan Bantu Korban Gempa Lombok

JAKARTA, (PR).- Pelari muda Indonesia yang juga juara dunia pada Kejuaraan Atletik Dunia (IAAF) U-20, Lalu Muhammad Zohri bergabung menjadi relawan Palang Merah Indonesia untuk membantu korban gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Timur.

Terpal Barang Langka di Lombok

MATARAM, (PR).- Warga terdampak gempa bumi 6,9 Skala Richter (SR) di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, kesulitan mendapatkan terpal di pasaran untuk tenda darurat.

Gunung Anak Krakatau Masih Keluarkan Lava Pijar

BANDARLAMPUNG, (PR).- Pengamatan aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, sepanjang Minggu, 16 September 2018, hingga Senin dini hari menunjukkan saat malam baik langsung maupun melalui CCTV teramati sinar api dan masih mengeluarkan

Tahun Baru Islam 1440 Hijriah Diharapkan Membawa Kedamaian

JAKARTA, (PR).- Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyerukan kepada kaum Muslimin agar menyambut Tahun Baru Islam 1440 Hijriah dengan penuh keimanan, ketakwaan dan keikhlasan serta senantiasa mengharap ridho Allah Swt dalam suasana hati yang s

Gempa Bumi 5,3 SR Kembali Mengguncang Lombok

MATARAM, (PR).- Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, kembali diguncang gempa bumi tektonik berkekuatan 5,3 Skala Richter (SR). Gempa terjadi pada Selasa, 11 September 2018 pukul 04.22 WITA atau 03.22 WIB, namun tidak berpotensi tsunami.