THR PNS, TNI/Polri, dan Pensiunan Cair Mulai Akhir Mei 2018

JAKARTA, (PR).- Ada dua perubahan terkait tunjangan hari raya (THR) bagi aparatur negeri sipil serta polri/TNI, pada tahun ini. Perubahan itu menyangkut besaran jumlah THR yang dibayarkan serta dimasukannya pensiunan ASN sebagai penerima THR. 

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, yang membedakan THR pada tahun ini adalah pembayarannya tidak hanya dalam bentuk gaji pokok. Namun juga memasukkan tunjangan keluarga, tunjangan tambahan dan tunjangan kinerja. 

"Dengan demikian, PNS akan mendapatkan THR hampir sama dengan take home pay 1 bulan," katanya di Istana Presiden, Rabu 23 Mei 2018.

Sementara untuk gaji ke-13 ASN, katanya, akan dibayar sebesar gaji pokok, ditambah tunjangan umum, tunjangan keluarga, tunjangan jabatan dan tunjangan kinerja. 

Dia menambahkan, hal lainnya yang berbeda pada pembayaran THR tahun ini adalah dimasukkannya pensiun PNS sebagai penerima THR. Pemerintah juga dikatakannya akan membayar dana pensiun ke-13 yang dibayarkan dengan meliputi komponen pensiun pokok, tunjangan keluarga, dan tunjangan tambahan penghasilan.  

Anggaran juga meningkat

Sri Mulyani mengatakan, dengan adanya beberapa perubahan dalam pembayaran THR, mengakibatkan kenaikan anggarannya. Ia menyebutkan, pada tahun ini telah dianggarkan Rp 35,76 triliun untuk THR. Anggaran itu jumlahnya meningkat 68,9% dibandingkan tahun lalu.

Adapun anggaran sebanyak Rp 35,76 triliun itu terbagi-bagi ke THR untuk gaji sebesar Rp 5,24 triliun, THR untuk kinerja Rp 5,79 triliun, THR untuk pensiunan Rp 6,85 triliun, gaji ke 13 sebesar Rp 5,24 triliun dan tunjangan kinerja ke 13 sebesar Rp 5,79 triliun. 

Ia menyebutkan, pengajuan permintaan pembayaran THR oleh satuan kerja pada kantor perbendaharaan dapat dimulai pada akhir Mei 2018. Pada awal Juni 2018, Sri Mulyani mengatatakan, pembayaran THR bisa diselesaikan. "Dengan demikian, seluruh PNS, TNI/Polri, pensiunan, bisa mendapatkan THR sebelum hari raya Idulfitri," tuturnya.***

Baca Juga