BPJS Ketenagakerjaan Terapkan "Reward and Punishment" Secara Ketat

Penghargaan IEEI 2017/SATRIO WIDIANTO/PR
DIREKTUR Umum dan SDM BPJS Ketenagakerjaan Naufal Mahfudz saat menerima penghargaan IEEI 2017 dari Komisaris Kinerja Blessing White Indonesia Robby Susatyo (kanan) dalam Awarding Indonesia Employee Engagement Index 2017 di Jakarta, Selasa 27 Maret 2018 malam.***

JAKARTA, (PR).- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan secara konsisten menerapkan sistem "reward and punishment" dalam mengelola sumber daya manusia (SDM) sehingga mendukung tercapainya tujuan dan misi perusahaan. Hingga saat ini sudah ada beberapa pegawai yang diberhentikan (PHK) karena terbukti melanggar peraturan dan ada pula yang mendapat penghargaan atas prestasinya.

"Tidak mudah memang dalam mengelola sumber daya yang besar. Namun, dengan aturan yang tegas maka semuanya bisa berjalan dengan baik, seiring dengan langkah perusahaan. Ada pegawai di PHK karena terbukti melakukan fraud (kecurangan). Jika terbukti melakukan kecurangan dalam keuangan. Rp 1 pun harus dikembalikan ke perusahaan, sedangkan yang berprestasi diberi hadiah umroh, kenaikan pangkat, dll," ujar Direktur Umum dan Sumber Daya Manusia (SDM) BPJS Ketenagakerjaan Naufal Mahfudz di Jakarta, Selasa 27 Maret 2018 malam.
 
Naufal mengatakan hal itu menjawab pers seusai menerima penghargaan Indonesia Employee Engagement Index (IEEI) 2017 dari Konsultan Riset Internasional Blessing White Indonesia, untuk kategori perusahaan dengan jumlah pekerja sampai 7.000 orang. Survei tersebut mempelajari keterikatan karyawan terhadap perusahaan berdasarkan sejumlah faktor, seperti indeks kebahagiaan, kepuasan kerja, peluang pengembangan karir, dan kondisi kerja yang fleksibel. 

Berdasarkan hasil survei itu, karyawan BPJS Ketenagakerjaan menyatu dalam pencapaian tujuan perusahaan di mana sebanyak 92% responden menyatakan puas bekerja di BPJS Ketenagakerjaan dan 91,4% responden menyukai pekerjaan yang mereka lakukan, sementara untuk angka rata-rata yang diraih BPJS Ketenagakerjaan mencapai 83,6%.

Hasil kerja keras

Naufal mengatakan, diraihnya penghargaan ini merupakan bukti dedikasi karyawan terhadap institusi. "Kerja keras dan penciptaan lingkungan kerja yang harmonis mendorong karyawan senantiasa meraih target kinerja yang telah di tetapkan. Ini membuktikan bahwa memang karyawan BPJS Ketenagakerjaan sangat engaged terhadap institusi tempat mereka bekerja," ujarnya.

Dikatakan, dalam menjalin hubungan baik dengan SDM yang dimiliki, manajemen di perusahaan menggunakan berbagai metode yang diperkirakan memiliki dampak yang positif bagi karyawan. Dengan harapan, para karyawan akan lebih termotivasi dan memiliki pandangan positif tentang kemajuan perusahaan yang tentunya berujung pada peningkatan kinerja SDM dalam melaksanakan pekerjaan. Dan mencapai target yang ditetapkan.

Dengan demikian, hal tersebut tidak berdasarkan asumsi semata, namun juga diperkuat dengan penghargaan-penghargaan yang diraih. "Salah satunya adalah penghargaan IEEI 2017 yang malam ini diraih," tutur Naufal.

Dia berharap semoga apresiasi yang kami raih ini dapat terus memacu kami agar tetap berkarya dan menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya untuk melindungi dan memberikan kesejahteraan bagi seluruh pekerja.***

Baca Juga

Ridwan Kamil Ingin Buka Toko di Jakarta dan Bali

BANDUNG, (PR) - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menargetkan pada dua tahun mendatang, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Barat bisa membuka toko di mal-mal besar di Jakarta dan Bali.

Bencana Gempa-Tsunami Palu seperti di Phuket

JAKARTA, (PR).- Bantuan dan sumbangan dari luar negeri untuk korban bencana alam tsunami dan gempa bumi di Sulawesi Tengah (Palu, Donggala, Sigi) terus berdatangan.

tarif helikopter jakarta bandung

Helikopter Terbang Malam Jangan Abaikan Keselamatan

JAKARTA, (PR).- Kemacetan lalu lintas yang terus meningkat di sejumlah kota besar, membuka peluang bagi helikopter sebagai moda transportasi untuk dioperasikan pada malam hari.