Jaringan Pelaku Skimming ATM Jebol 64 Bank di Dunia

Mesin ATM/USEP USMAN NASRULLOH/PR

JAKARTA, (PR).- Penyidik Polda Metro Jaya mengungkapkan jaringan pelaku skimming yang melibatkan warga negara Rumania, Hungaria, dan Indonesia membobol 64 bank di sejumlah negara.

"Bank di luar negeri juga jadi korban," kata Kepala Unit IV Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Polisi Rovan Richard Mahenu di Jakarta, Jumat 16 Maret 2018.

AKBP Rovan menyebutkan, pelaku membobol saldo rekening nasabah di 64 bank di dunia yang terdiri atas 13 bank domestik dan 51 bank luar negeri.

Rovan menegaskan, pelaku skimming tersebut termasuk jaringan internasional yang melakukan kejahatan antarnegara.

Sebelumnya, anggota Polda Metro Jaya membekuk sindikat pembobol saldo nasabah BRI dengan modus skimming yang melibatkan tiga warga Rumania, seorang Warga Hungaria, dan seorang Warga Negara Indonesia.

Kelima pelaku yakni Caitanovici Andrean Stepan, Raul Kalai alias Lucian Meagu, Ionel Robert Lupu, Ferenc Hugyec, serta Milah Karmilah.

Petugas meringkus para pelaku di De Park Cluster Kayu Putih Blok AB 6 Nomor 3, Serpong, Tangerang, Banten, di Bohemia Vilage 1 Nomor 57, Serpong, Tangerang, di Hotel Grand Serpong Tangerang, dan di Hotel De Max Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Polisi mengamankan berbagai alat untuk mencuri data nasabah bank seperti deepskimmer yang sudah jadi, encorder, dan tiga unit spycam.

Berdasarkan pemeriksaan sementara, sindikat pembobol saldo rekening nasabah itu telah beroperasi sejak Juli 2017. Demikian dilaporkan Antara.

Para tersangka menyasar nasabah bank dengan menyimpan alat deepskimmer di mesin ATM di wilayah Jakarta, Bandung, Tangerang, Yogyakarta, dan Bali.

Chip

Sementara itu, Bank Indonesia meminta PT. Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk dan bank penerbit kartu ATM/debit lainnya untuk mempercepat migrasi kartu ATM/debit dari teknologi pita magnetik (magnetic stripe) ke teknologi chip karena memiliki standar keamanan lebih tinggi.

Deputi Gubernur BI Erwin Rijanto di Jakarta mengatakan, kasus skimming data nasabah BRI melalui kartu debit yang terjadi di Kediri harus menjadi pelajaran bahwa industri perbankan perlu terus memutakhirkan standar teknologi keamanan dalam layanan sistem pembayaran.

"Kami sudah (panggil). Kami minta BRI percepat migrasi ke chip," kata Erwin.

Erwin mengatakan, berdasarkan keterangan BRI, kasus skimming tersebut terjadi pada nasabah Simpedes BRI yang menggunakan kartu debit dengan ketentuan saldo di bawah Rp 5 juta. Kartu debit dengan saldo tersebut memang masih diperbolehkan menggunakan pita magnetik.

"BRI sudah berkomitmen untuk selesaikan masalah tersebut. BI peduli dengan kasus di sistem pembayaran ini," ujar Erwin.

Kartu ATM atau kartu ATM yang disertai kartu debit dengan pita magnetik memang kerap dinilai rentan kejahatan skimming.

Kasus skimming juga menjadi masalah sistem pembayaran di industri keuangan global. Solusi muncul dengan teknologi chip yang lebih sulit digandakan. Namun, penerapan teknologi chip memerlukan biaya investasi yang lebih mahal dibandingkan pita magnetik.

Bank Sentral sebenarnya melalui Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 17/52/DKSP telah mewajibkan kartu debit yang baru diterbitkan sejak 30 Juni 2017 dilengkapi standar nasional chip. Sementara untuk kartu ATM dan debit yang sudah beredar di masyarakat ditargetkan selambat-lambatnya pada 31 Desember 2018, minimal 30 persen dari total kartu ATM dan debit sudah menggunakan chip dan PIN online enam digit.***

You voted 'senang'.

Baca Juga

Bank Indonesia dan Perbankan Jawa Barat Kampanyekan GPN

BANDUNG, (PR).- Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat dan perbankan Jabar menggelar kampanye Gerbang Pembayaran Nasional atau GPN dengan menyelenggarakan kegiatan pekan penukaran kartu berlogo GPN di 22 titik di Jawa Barat.

Bawaslu Sebut #2019GantiPresiden Provokatif

JAKARTA, (PR).- Badan Pengawas Pemilihan Umum  atau Bawaslu mengimbau peserta pemilu agar tak membawa atribut-atribut yang bersifat provokatif saat pendaftaran pemilihan presiden atau Pilpres pada 4-10 Agustus 2018.

Ini Catatan Resmi Kekayaan Jokowi dan Ma'ruf Amin

JAKARTA, (PR).- Presiden Joko Widodo mengumumkan bahwa Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Ma'ruf Amin merupakan calon wakil presiden pendampingnya dalam Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden 2019.