Tolak Calon Tunggal, Solusi UI Siap Gelar Konvensi Capres

SEJUMLAH mahasiswa membentangkan poster saat acara  Sosialisasi Pemilu 2014 di area Car Free Day Dago, Jln. Ir. Juanda, Kota Bandung, Minggu (22/3/2014). Acara yang digelar kerjasama antara Universitas Padjadjaran dengan Komisi Pemberantasan Korupsi terse
Sosialisasi Pemilu/Dok. PR

JAKARTA, (PR).- Solidaritas Muslim Alumni (Solusi) Universitas Indonesia menyatakan menolak calon tunggal pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (Cawapres) dalam Pemilihan Presiden 2019 mendatang. Prinsipnya, dalam sistem demokrasi yang dianut Indonesia harus selalu ada kompetisi.

"Adanya beberapa pasangan capres dan cawapres memberikan rakyat sebagai pemilik suara memilih yang terbaik untuk memimpin bangsa dan negara. Jika hanya ada calon tunggal, rakyat dipaksa mendukung calon yang ada, yang belum tentu sesuai pilihan hati dan nuraninya," kata Ketua Umum Solusi UI Sabrun Jamil dalam siaran pers di Jakarta, Sabtu 10 Maret 2018.

Menurut Sabrun, dengan menolak calon tunggal capres, maka pihaknya akan mengadakan konvensi untuk mencegah terwujudnya skenario calon tunggal dalam Pilpres 2019 mendatang. Konvensi tersebut, akan mendorong dan mendukung para politisi dan negarawan yang bertakwa, teruji integritasnya dan jauh dari perbuatan-perbuatan tercela termasuk didalamnya tidak ada indikasi pernah atau akan melakukan tindak pidana korupsi.

Dikatakan, politik, kekuasaan cenderung disalahgunakan. Karena itu kekuasaan selain harus diawasi, check and balance, juga harus ada kompetisi. "Kami mendukung dan mendorong, para politisi dan negarawan berkualitas, berahlak mulia, dan berintegritas untuk maju menjadi pasangan capres dan cawapres, bersaing dengan Bapak Joko Widodo yang diperkirakan akan maju lagi dalam Pilpres 2019 mendatang,” papar Sabrun Jamil.

Ditambahkan, pihaknya memiliki kepentingan dan kewajiban untuk melakukan pendidikan politik bagi rakyat. Banyaknya calon presiden yang maju dalam pilpres, selain memberikan banyak pilihan juga memberikan pendidikan politik bagi rakyat. Diingatkan, pemilihan presiden langsung berbiaya mahal, jika hanya diikuti oleh calon tunggal hanya merupakan tindakan pembodohan publik yang menghabiskan uang rakyat.

“Dengan mengadakan konvensi capres, sama dengan mencegah adanya calon tunggal dalam pilpres mendatang, kami sudah berusaha memberikan sumbangsih di bidang pendidikan politik bagi bangsa dan negara. Mendorong orang–orang berkualitas dan beritegritas maju untuk memimpin bangsa dan negara ini, agar terhindar dari kebangkrutan karena kebanyakaan utang, dan menghindarkan negara dari salah urus,” papar Sabrun Jamil.

Capres alumni UI

Sekjen Solusi UI Eman Sulaeman Nasim menambahkan, saat ini Universitas Indonesia memiliki banyak alumni yang pantas dicalonkan menjadi presiden atau wakil presiden. Ada yang sudah lama berkiprah di dunia politik praktis di pemerintahan pusat dan daerah, banyak juga yang menjadi anggota parlemen, senator, dan terjun di dunia profesional.

Eman menyebut sejumlah alumni UI yang pantas didorong menjadi capres atau cawapres, antara lain Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra, pendiri dan pemilik CT Corps Chairul Tanjung, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera Almuzamil Yusuf, Ketua Tim Pemenangan Anies-Sandi Mardani Ali Sera, Wakil Ketua DPR Fadli Zon, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

Selain itu, juga ada Dekan FIA UI yang juga mantan wakil menteri Eko Prasojo, senator yang sangat peduli pada umat Islam Fahira Idris, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani serta Ketua umum Iluni UI Arief Budhy Hardono.

"Mereka semua pantas didukung memimpin bangsa dan negara ini baik sebagai calon presiden atau calon wakil presiden berpasangan dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto atau mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Gubernur Jawa Barat dua periode Ahmad Heryawan. "Soal siapa yang akan dipilih, kita serahkan kepada seluruh rakyat dan bangsa Indonesia dalam pilpres mendatang, asalkan jangan ada kecurangan,” papar Eman.

Mantan Ketua DPR Akbar Tanjung menyambut baik rencana Solusi UI mengadakan Konvensi Capres 2019. Ia menilai, konvensi tersebut merupakan salah satu ikhtiar mencegah calon tunggal dan mendorong orang-orang berkualitas dan beritegritas alumni UI berpasangan dengan alumni lembaga pendidikan tinggi lainnya seperti akademi militer dan yang lainnya, untuk maju dalam Pilpres 2019. Ini akan memberikan alternatif pilihan pemimpin bagi rakyat dan bangsa Indonesia.

“Solusi UI harus menggandeng partai-partai politik yang lolos dalam pemilu 2019 dan partai politik peserta pemilu 2014 yang memiliki kursi di DPR. Sebab untuk bisa mendukung capres selain Pak Joko Widodo, pasangan capres dan cawapres harus didukung parpol atau gabungan parpol minimal memiliki 20 persen kursi di DPR atau memiliki peroleh suara dalam Pemilu 2014 lalu sebesar 25 persen,” papar Akbar Tanjung.***

Baca Juga

Jokowi Hormati Keputusan Pencapresan Prabowo

JAKARTA, (PR).- Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa dirinya menghormati keputusan Partai Gerindra yang mencalonkan kembali Prabowo Subianto sebagai calon presiden 2019-2014.

Digitalisasi Sektor Transportasi Terus Berjalan

JAKARTA,(PR).- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, digitalisasi di sektor transportasi harus dapat dimanfaatkan untuk menunjang penerapan kebijakan berbagai isu strategis.