Juli 2018, Sensus Penduduk Mini Digelar di Jawa Barat

ERTI Wahya (kiri) petugas sensus penduduk 2010 mendata warga di RT 03 RW 06 Kampung Babakan Ciganitri, Desa Cipagalo, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Minggu (16/5). Sensus penduduk bertujuan salah satunya untuk mengetahui potensi daerah dan mata
Sensus penduduk 2010/USEP USMAN NASRULLOH/PR
ERTI Wahya (kiri) petugas sensus penduduk 2010 mendata warga di RT 03 RW 06 Kampung Babakan Ciganitri, Desa Cipagalo, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Minggu 16 Mei. Sensus penduduk bertujuan salah satunya untuk mengetahui potensi daerah dan mata pencaharian, seperti di RT 06 RW 06 mayoritas warga bermata pencaharian membuat pindang ikan yang dipasarkan ke sejulmlah pasar tradisional di Kabupaten dan Kota Bandung.*

JAKARTA, (PR).- Jawa Barat menjadi satu dari tujuh provinsi yang akan menjadi wilayah tempat digelarnya sensus penduduk mini pada Juli 2018. Kegiatan ini merupakan persiapan menuju Sensus Penduduk yang akan diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2020.

Kepala BPS‎, Suhariyanto, mengatakan sensus kecil ini dilakukan untuk menciptakan teknis administrasi yang tepat. Selain Jawa Barat, enam provinsi lainnya yaitu Sumatera Utara, Sumatera Selatan, DKI Jakarta, Jawa Barat, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Timur, dan Maluku Utara.

"Pertengahan tahun ini, kami akan mengadakan percobaan sensus penduduk 2020 format mini," kata Kepala BPS, Suhariyanto, di Jakarta, Rabu 14 Februari 2018.

Dia mengatakan, BPS kemudian akan melakukan geladi resik pada tahun 2019. Sensus penduduk baru dilakukan pada 2020 selama setahun penuh. Sementara hasilnya akan diumumkan tahun 2021 dan dianalisis 2022.

Suhariyanto mengatakan, ia meminta agar masyarakat kooperatif selama sensus berlangsung. BPS akan berupaya agar sensus penduduk bisa lebih efektif, efisien dan bekualitas.

"Sensus harus akurat supaya menjadi benchmark dengan data komprehensif. Registrasi penduduk akan dilakukan dengan bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri," ujar dia.

WALIKOTA Bandung, H Dada Rosada didampingi istri Nani Dada Rosada memberikan keterangan kepada petugas Sensus Penduduk 2010 (SP 2010) di kediaman pribadi Dada di Jln. Tirtasari II, Bandung, Sabtu (1/5).*

Butuh 800 ribu petugas

Deputi Bidang Statistik Sosial, Sairi Hasbullah, mengatakan, sensus tersebut membutuhkan sumber daya manusia setidaknya 800 ribu hingga satu juta orang. Tenaga kerja tersebut dikhususkan untuk pencacah. "Saat ini jumlah tenaga kerja BPS hanya 15 rubu orang, jadi jumlahnya tidak cukup," kata dia.

Dia mengatakan, sensus penduduk Indonesia merupakan yang terbesar di dunia setelah Tiongkok, India, dan Amerika Serikat. Oleh sebab itu, tenaga kerja yang dibutuhkan pun cukup banyak. "Apalagi kondisi geografis Indonesia sangat berat," ujar dia.

Sairi menambahkan, rekrutmen tenaga pencacah ini akan dilakukan pada awal tahun 2020. Masyarakat yang berminat bisa mendaftar dengan syarat merupakan lulusan SMA.‎ "Sebelum ke lapangan akan ada pelatihan dua hari," ujar dia.

Sensus Pendudukan 2020 akan menjadi yang ke tujuh kalinya dilaksanakan sesuai Undnag-undang nomor 16 tahun 1997. Kegiatan ini dilakukan selama sepuluh tahun sekali.‎ ***

Baca Juga

PERKEBUNAN kelapa sawit Felda Sahabat di Lahad Datu, negara bagian Sabah, Malaysia.*

Anggaran Riset Kelapa Sawit Naik

BANDUNG, (PR).- Alokasi dana untuk penelitian kelapa sawit naik 10 persen pada tahun 2018. Selain kualitas, industri kelapa sawit juga masih minim inovasi produk untuk menyalurkan bahan baku di sektor hilir.

Megaproyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dipastikan Molor

JAKARTA, (PR).- Pembebasan lahan untuk kereta api cepat Jakarta-Bandung ditargetkan selesai akhir bulan ini. Meskipun demikian, penyelesaian megaproyek ini dipastikan molor hingga tahun 2020 dari target semula, tahun 2019.

Inflasi, Makna dan Pengaruhnya untuk Kita

KETIKA membaca berita ekonomi, seringkali muncul topik mengenai inflasi. Sebenarnya apa yang dimaksud dengan inflasi? Lalu apa dampaknya pada kehidupan kita sehari-hari?