Jejak Deklarasi Antiradikalisme di Perguruan Tinggi

Ilustrasi/FAHRI/PR

Deklarasi antiekstremisme, terorisme, radikalisme yang dilakukan mahasiswa menyebar ke seluruh nusantara. Mahasiswa Bandung termasuk yang paling getol menyerukan perlawanan terhadap radikalisme.

Berikut beberapa deklarasi yang disuarakan oleh mahasiswa. Di antara di Bandung berisikan Pembacaan Ulang Deklarasi Sancang 25 Februari 2016 berisikan 1). Kami Umat Beragama Kota Bandung adalah bagian dari Bangsa Indonesia yang senantiasa menjunjung tinggi kesatuan dan persatuan. 2). Kami Umat Beragama Kota Bandung menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

3). Kami Umat Beragama Kota Bandung selalu berjuang untuk tegaknya hukum dalam mewujudkan kesejahteraan, keadilan, dan kerukunan hidup demi mencapai kebahagiaan bersama.  4). Kami Umat Beragama Kota Bandung selalu mengembangkan sikap toleransi, tenggang rasa, dan saling menghormati.  5). Kami Umat Beragama Kota Bandung selalu bekerja sama untuk berperan dalam mengatasi masalah-masalah sosial dan lingkungan.

Deklarasi Kebangsaan Antiradikalisme di Bandung, 12 Juni 2016 berisikan. 1). CSSMoRA menolak gerakan kelompok yang mengatanasmakan Islam demi mendirikan negara Islam untuk mengganti Negara Kesatuan Republik Indonesia. 2). CSSMoRA menolak gerakan kekerasan dan kekejaman yang mengatasnamakan agama untuk kepentingan tertentu. 3). CSSMoRA menjunjung tinggi Bhinneka Tunggal Ika, Pancasila, NKRI, dan UUD 1945. 4). CSSMoRA meneguhkan Islam Indonesia yang toleran, moderat, damai, dan harmonis.

Deklarasi Aceh 26 April 2017 berisikan, 1). Forum Pimpinan PTKIN menyatakan bertekad bulat menjadikan Empat Pilar Kebangsaan, yang terdiri atas Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI, sebagai pedoman dalam berbangsa dan bernegara.  2). Menanamkan jiwa dan sikap kepahlawanan, cinta tanah air, dan bela negara kepada setiap mahasiswa dan anak bangsa guna menjaga keutuhan dan kelestarian NKRI. 3). Menanamkan dan mengembangkan nilai-nilai ajaran Islam yang rahmatan lil alamin, Islam inklusif, moderat, dan menghargai kemajemukan serta realitas budaya dan bangsa. 4). Melarang berbagai bentuk kegiatan yang bertentangan dengan Pancasila dan anti-NKRI, intoleran, radikal dalam keberagamaan, serta terorisme di seluruh PTKIN. 5). Melaksanakan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 dalam seluruh penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi dengan penuh dedikasi dan cinta tanah air.

Deklarasi Semangat Bela Negara dari Semarang untuk Indonesia 6 Mei 2017 berisikan, 1). Menjungjung tinggi NKRI berdasarkan Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dan UUD 1945. 2). Menjaga semboyan Bhinneka Tunggal Ika. 3). Antiradikalisme/terorisme. 4). Antinarkoba/obat terlarang. 5). Cinta tanah air dan bela negara.

DeklarasiAntiradikalisme Banten 30 Mei 2017 berisikan, 1). Menjunjung tinggi Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. 2). Melaksanakan nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dalam penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi. 3). Menghormati dan menghargai perbedaan suku, agama, ras, serta golongan, termasuk melarang kegiatan yang bertentangan dengan Pancasila. 

Cinta tanah air

Deklarasi Antiradikalisme Kalimantan ”Dari Kalimantan untuk Indonesia” Tarakan, 8 Juni 2017 berisikan, 1). Menjunjung tinggi NKRI berdasarkan Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dan UUD 1945. 2). Menjaga semboyan Bhinneka Tunggal Ika dan kerukunan umat beragama. 3). Melarang berbagai bentuk kegiatan yang bertentangan dengan Pancasila, anti-NKRI, intoleransi, radikalisme, dan terorisme. 4). Melakukan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika, precursor, dan zat adiktif lainnya. 5). Menanamkan nilai-nilai cinta tanah air dan bela negara.

Deklarasi Antiradikalisme ”Dari Surabaya untuk Indonesia” Surabaya, 6 Juli 2017 berisikan 1). Menjunjung Tinggi Pancasila dan UUD 1945 demi Keutuhan NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. 2). Mencegah dan melarang berbagai bentuk kegiatan yang bertentangan dengan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. 3). Mencegah dan melarang berbagai bentuk kegiatan radikalisme dan terorisme, serta menjaga kerukunan umat beragama. 4). Mencegah dan melarang penyalahgunaan dan peredaran narkoba, precursor, dan zat adiktif lainnya. 5). Menanamkan dan mengimplementasikan nilai-nilai bela negara.

Deklarasikan Antiradikalisme, ”Dari Padang Untuk Indonesia”, Padang, 15 Juli 2017 berisikan 1). Menjaga Kesatuan Negara Republik Indonesia. 2). Menjaga kerukunan umat beragama dan seluruh etnis budaya yang berbeda sesuai dengan semboyan Bhinneka tunggal Ika.

Deklarasi Antiradikalisme Perguruan Tinggi DIY, Yogyakarta, 22 Juli 2017 berisikan 1). Berpegang teguh pada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika. 2). Mempersiapkan dan membentuk generasi muda yang memiliki jiwa nasionalisme yang kuat, demokratis, jujur, dan berkeadilan dengan menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan, etika, akademik, hak asasi manusia, kemajemukan, kerukunan, persatuan, dan kesatuan bangsa yang berwawasan nusantara. 3). Menolak organisasi dan aktivitas yang berorientasi dan atau berafiliasi dengan gerakan radikalisme, terorisme dan atau organisasi kemasyarakatan politik yang bertentangan dengan Pancasila, UUD 1945, dan peraturan perundang-undangan. 4). Ajakan kepada seluruh komponen bangsa untuk melakukan upaya pencegahan, penyebaran paham, dan atau gerakan radikalisme teroris dan atau ideologi yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.

Deklarasi Antiradikalisme dan Terorisme Masyarakat Lampung, Lampung, 19 Agustus 2017 berisikan 1). Kami mendukung keutuhan NKRI dengan menentang segala bentuk kekerasan, radikalisme, terorisme, dan paham-paham yang akan meruntuhkan kehidupan bernegara dan beragama. 2). Kami berpegang teguh pada landasan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara kesatuan Republik Indonesia yaitu Pancasila sebagai ideologi, Undang-Undang Dasar 1945 dan semangat Bhinneka Tunggal Ika. 3). Kami bertekad mempersiapkan dan membentuk generasi muda yang memiliki jiwa nasionalisme kuat, demokratis, jujur, berkeadilan dengan menjunjung tinggi nilai keagamaan, etika akademik, HAM, kemajemukan, kerukunan, persatuan dan kesatuan bangsa dan wawasan nusantara. 4). Kami menolak organisasi dan aktivitas yang berorientasi dan / atau berafiliasi dengan gerakan radikalisme, terorisme, organisasi masayarakat yang bertentangan dengan pancasila, UUD 1945, dan peraturan perundang undangan. 

Deklarasi Kebangsaan Melawan Radikalisme, Jakarta, 19 September 2017 berisikan, 1). Menjunjung tinggi Negara Kesatuan Republik Indonesia. 2). Menjaga semboyan Bhinneka Tunggal Ika dan kerukunan umat beragama. 3). Melarang berbagai bentuk kegiatan yang bertentangan dengan Pancasila dan NKRI. 4). Melarang berbagai bentuk kegiatan yang mendukung kegiatan korupsi, kolusi, nepotisme, radikalisme, dan terorisme. 5). Melakukan pencegahan penyalahgunaan dan peredaran narkotika dan/obat terlarang; menanamkan cinta tanah air dan bela negara.

Deklarasi Perguruan Tinggi Se-Indonesia Menolak dan Siap Mencegah Radikalisme Bali 26 September 2017 berisikan, 1). Satu ideologi, Pancasila. 2). Satu konstitusi, UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945. 3). Satu negara, Negara Kesatuan Republik Indonesia. 4). Satu semboyan, Bhinneka Tunggal Ika. 5). Satu tekad, melawan radikalisme dan intoleransi.

Deklarasi Mahasiswa UIN SGD Bandung, Bandung, 4 Oktober 2017, 1). Menjadikan empat pilar, yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI sebagai pedoman berbangsa dan bernegara. 2). Mencegah berkembangnya segala bentuk ekstremisme, radikalisme, terorisme, dan neokapitalisme yang dapat mengancam ideologi Pancasila dan keutuhan NKRI. 3). Melakukan kerja sama dengan Kapolda Jawa Barat untuk menindak tegas setiap pelaku gangguan kamtibmas dan gangguan keamanan yang mengatasnamakan RASA. 4). Mengamalkan ajaran Islam yang moderat sesuai dengan teladan Nabi Muhammad saw dan menjadi pribadi Muslim Indonesia yang bertakwa kepada Allah swt. 5). Melaksanakan nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dalam seluruh kegiatan Tridarma Perguruan Tinggi. 6). Kebebasan akademik dengan menambah ilmu pengetahuan, cakap dan bertangung jawab dalam mengamalkan ilmunya, serta berkomitmen dalam memperjuangkan cita-cita kemerdekaan Indonesia. 7). Mengajak kepada seluruh generasi muda dan masyarakat pada umumnya untuk menjadi agen perubahan bagi terwujudnya perdamaian, keadilan, dan kesejahteraan sosial. (Ibn Ghifarue, pegiat kajian agama dan media di Institute for Religion and Future Analysis/IRFANI Bandung)*** 

Baca Juga

Mahasiswa Target Rekrutmen Gerakan Radikal

HARUS diakui, munculnya radikalisme di jantung pendidikan Islam, baik di masjid, madrasah, pesantren, sekolah, maupun kampus menjadi bukti nyata atas pergeseran otoritas keagamaan, dari yang didominasi oleh kaum moderatisme ke radikalisme.

Deklarasi Kebangsaan Melawan Radikalisme

Maraknya deklarasi antiradikalisme di kampus (baik di lingkungan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi maupun Kementerian Agama) menjadi bukti nyata atas komitmen civitas academica dalam rangka memerangi tumbuh suburnya ekstrem

Mengutuk Benci, Menebar Cinta 

RADIKALISME yang menjurus pada intoleransi, ekstremisme, dan kekerasan mengatasnamakan agama menjadi ancaman pada kehidupan masyarakat agama-agama dan negara-negara di dunia.

Nusron Wahid: Kekerasan terhadap Pemuka Agama Bukan Kebetulan

JAKARTA, (PR).- Ketua DPP Golkar Nusron Wahid memastikan jika kekerasan kepada para ulama, kiai, ustadz, bikshu, dan pastor akhir-akhir ini dilakukan oleh orang gila, ide gila, dan untuk kepentingan politik yang gila.