Galang Dana, East Ventures Bikin Warung Pintar di Indonesia

Warung pintar/TECHCRUNCH.COM
WARUNG yang dirombak menjadi Warung Pintar dengan fasilitas wifi gratis dan teknologi yang modern di kawasan DKI Jakarta.*

PERNAHKAH Anda berbelanja di warung yang dilengkapi dengan fasilitas wifi gratis dan teknologi yang modern? Para investor di Indonesia telah memulai sebuah Proyek Warung Pintar. Proyek ini untuk digitalisasi warung-warung yang mereka temui di pinggir jalan ibukota Jakarta.

Proyek ini diberi nama Warung Pintar atau smart kiosk store. Warung pintar dimaksudkan untuk membantu para pedagang merombak warung mereka. Warung diubah dengan desain yang lebih terang dan penuh warna. Selain itu, proyek ini juga akan menambahkan beberapa teknologi, seperti pos digital, free wifi, layar LCD, pengisi daya power bank dan masih banyak lagi.

Proyek Warung Pintar ini diciptakan East Ventures, investor tahap awal yang telah mendukung situs-situs seperti Tokopedia, Traveloka, dan Mercari. Baru-baru ini, proyek ini mengumumkan telah mendapatkan dana sebanyak 4 juta dolar AS atau sekitar Rp 55 miliar dalam penggalangan dana tahap awal.

Proyek ini cukup mengesankan mengingat proses penyusunannya yang hanya kurang dari 6 bulan. Dikutip dari Techcrunch, mitra penyelenggara East Ventures, Willson Cuaca mengatakan proyek ini mulai berjalan ketika ia merombak kantor perusahaannya yang berlokasi di Jakarta pada Oktober tahun lalu.

Takut digusur

Willson Cuaca mengungkapkan bahwa ada seorang pedagang kaki lima yang takut kiosnya akan digusur setelah melihat perusahaan Cuaca dirombak menjadi lebih bagus. “Daripada menggusur Anda, mengapa tidak kami membantu untuk merombak kios anda?” kata Cuaca merespons kekhawatiran itu.

East Ventures tidak langsung mendapatkan keuntungan dari proyek ini. Satu-satunya pemasukan yang mereka dapat adalah dari pedagang warung sejumlah 5.000 dolar AS atau sekira Rp 68 juta. Biaya ini sebagai uang ganti renovasi warung sang pedagang yang sekarang berwarna oranye terang dan hitam tersebut.

Warung Pintar menyediakan fasilitas teknologi pintar secara cuma-cuma untuk membantu para pedagang warung. Dengan begitu, warung dapat ikut berkembang dengan masyarakat lokal, seperti pengemudi Gojek dan Grab yang sering nongkrong di warung-warung di sekitar kantor East Ventures.

Setelah seorang pemilik warung mengatakan keuntungannya meningkat lima kali lipat, Cuaca dan rekannya melihat ini sebagai kesempatan. Kemudian, East Ventures terus mengembangkan proyek ini, dan sekarang di Jakarta sudah ada 12 pedagang yang memiliki Warung Pintar.

Ikut perkembangan zaman

“Yang kami lihat hanyalah dampak sosial. Kami segera mengadakan penggalangan dana awal dan sekarang proyek ini menjadi terlalu banyak diminati dan kami kewalahan dengan respons tersebut,” jelas Cuaca. Selain East Ventures, dana juga diperoleh dari investor lain termasuk SMDV, Digital Garage, Insignia Ventures Partner, Triputra Group serta beberapa "malaikat" yang tak diketahui identitasnya.

Proyek ini tidak diharapkan dapat dengan cepat menghasilkan keuntungan. Namun tim di balik Warung Pintar ini melihat adanya potensi untuk menghasilkan pendapatan tanpa harus membebankan para pemilik warung secara langsung.

Proyek ini dapat menguntungkan jika dapat menghubungkan penyedia layanan keuangan dengan para pemilik warung. Cara lainnya dengan membantu pemilik warung bernegosiasi dengan layanan lain.

Selain itu, tim juga melihat peluang untuk merambah area perdagangan online. Misalnya, pembelian kopi atau barang lainnya untuk daerah lokal ketika proyek ini lebih berkembang. Untuk saat ini, proyek hanya difokuskan di Jakartaa, melalui pendekatan dari kawasan ke kawasan. Namun, ada rencana untuk memperluas ke kota lain di Indonesia.

Cuaca juga menuturkan bahwa proyek ini terinspirasi dari proyek di Tiongkok untuk menggabungkan perdagangan online dan offline. (Annisa Fauziah)***

Baca Juga

Investigasi Jatuhnya Crane Proyek DDT Dimulai Besok

JAKARTA, (PR).- Kementerian Perhubungan menyampaikan belasungkawa dan duka cita mendalam terhadap korban jatuhnya launcher girder proyek double-double track (DDT) Kereta Api di Matraman Raya, Jatinegara, Jakarta Timur.

Jokowi: Pers Semakin Diperlukan di Era Digital

PADANG, (PR).- Presiden Joko Widodo mengatakan, pers semakin diperlukan di tengah kemajuan teknologi digital dan banyaknya potensi informasi yang keliru di masyarakat.