Megaproyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dipastikan Molor

Ilustrasi Kereta Cepat/REUTERS

JAKARTA, (PR).- Pembebasan lahan untuk kereta api cepat Jakarta-Bandung ditargetkan selesai akhir bulan ini. Meskipun demikian, penyelesaian megaproyek ini dipastikan molor hingga tahun 2020 dari target semula, tahun 2019.

Menteri Koordinator Bidang Maritim Luhut Pandjaitan mengatakan, terdapat tiga masalah kereta api cepat yang saat ini segera diselesaikan oleh pemerintah yaitu lahan, perizinan, dan pembiayaan. Untuk lahan dan perizinan dipastikan selesai bulan ini.

"Tadi sudah berkumpul semua, diminta selesaikan mengenai tanah juga perizinan seperti frekuensi. Selesai akhir bulan ini, paling lambat awal bulan depan," kata Luhut usai Rapat Koordinasi di Jakarta, Kamis 8 Februari 2018.

Dia mengatakan, saat ini lahan yang sudah dibebaskan sebesar 54 persen. "Lahan sepanjang 55 km sudah clean, bulan depan juga sudah 100 km," kata dia.

Meskipun demikian, terdapat kendala dalam struktur pembiayaan. Luhut mengatakan, pihaknya masih melihat apakah pembangunan kereta api cepat Jakarta Bandung tersebut masih layak dari pembiayaan. "Tadi ada beberapa perbedaan pendapat, jadi kita minta untuk duduk bersama lagi, hitung ulang. Minggu depan kita rapat lagi,"ujar dia.

Menurut Luhut, Masih ada opsi perpanjangan jalur Kereta Api cepat hingga Kertajati, Solo dan Yogya agar pembangunan tersebut layak secara finansial. ‎"Kita evaluasi lagi feasible gak 140 km itu, karena yang kami tahu selama ini paling tidak 300 km. Kita mau otak atik dulu sekarang, SMI, KCIC, dengan tim kantor saya sedang duduk bersama untuk melihat pendanaannya bagaimana,"ujarnya.

Luhut mengakui banyaknya kendala tersebut membuat penyelesaian proyek ini dipastikan mundur. "Oh iya itu sudah hampir pasti, mungkin akhir 2019 atau 2020. Tapi gak apa-apa yang penting jalan terus, kita gak mau berhenti,"ujar dia.

Baru 10%

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, ‎pembangunan kereta cepat sudah mulai dilaksanakan meskipun baru kurang dari sepuluh persen. "Konstruksi sekarang sudah mulai, tapi molor. Konstruksi akan secara masif mestinya bulan Mei," ujar dia.

Menurut Budi, pendanaan sebenarnya sudah bisa cair jika pembebasan lahan sudah lebih dari 50 persen. Namun, hingga saat ini dana pinjaman dari Tiongkok selaku pemegang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung belum cair.

Wakil Menteri Keuangan, Mardiasmo, memastikan bahwa pembiayaan tersebut tidak akan berasal dari APBN. ‎"Kita menghindari peranan APBN karena tidak ada dalam peraturannya. Ini kan B to B, jadi nanti mereka sewa ke BUMN," ujar dia.***

Baca Juga

Hari Pertama Mudik, Konsumsi Pertamax Langsung Melonjak

JAKARTA, (PR).- Konsumsi Pertamax di SPBU yang berada di jalan tol naik 20 persen saat hari pertama libur Ramadhan 2018, Sabtu, 9 Juni 2018. Hal itu menunjukkan lonjakan kendaraan bermotor yang melakukan perjalanan mudik.