Dokter Medika Permata Hijau Irit Bicara Usai Diperiksa KPK 8 Jam Lebih

Michael Chia Cahaya/ANTARA
DOKTER RS Medika Permata Hijau Michael Chia Cahaya bersiap menjalani pemeriksaan di gedung KPK Jakarta, Kamis, 11 Januari 2018. Michael Chia Cahaya diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Fredrich Yunadi terkait tindak pidana berupa dengan sengaja mencegah, merintangi atau menggagalkan upaya penyidikan perkara kasus KTP elektronik dengan tersangka Setya Novanto.*

JAKARTA, (PR).- Dokter Umum Rumah Sakit Medika Permata Hijau Michael Chia Cahaya memilih irit bicara usai menjalani pemeriksaan di KPK, Jakarta, Kamis 11 Januari 2018. Seperti dilansir Kantor Berita Antara, Michael diperiksa sebagai saksi dengan tersangka advokat Fredrich Yunadi.

"Tidak ada komentar ya," kata Michael yang diperiksa sekitar 8 jam 30 menit itu. Setelah mengatakan itu, dia memilih bungkam saat ditanya awak media soal pemeriksaannya.

Michael terus menghindari wartawan yang mengejarnya sampai dia masuk ke dalam taksi yang telah menunggu di luar gedung KPK.

Terkait pemeriksaan Michael, KPK sebenarnya ingin mendalami soal kronologi peristiwa saat Setya Novanto masuk dan menjalani perawatan di RS Medika Permata Hijau. Setya Novanto ke RS ini setelah mengalami kecelakaan lalu lintas pada 16 November 2017 lalu.

"Secara umum, kami melihat dalam kasus ini bagaimana kronologis peristiwanya. Yang kedua tentu kami gali juga misalnya ketika seseorang mengalami kecelakaan kalau benar itu kecelakaan apakah tepat langsung dibawa ke ruang VIP, tidak di IGD," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK.

KPK menduga Setya Novanto tidak dibawa terlebih dahulu atau tidak dilakukan tindakan medis di IGD setelah peristiwa yang disebut kecelakaan itu terjadi.

"Dari fakta yang KPK temukan, langsung dibawa ke ruang rawat inap VIP. Apakah itu tepat tentu kami perlu juga melakukan kroscek dan pendalaman temasuk juga soal peristiwanya," kata Febri.

Persekongkolan

Dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau Jakarta Barat Bimanesh Sutarjo dan Fredrich Yunadi alias Fredy Junadi berprofesi sebagai advokat yang juga mantan kuasa hukum Novanto ditetapkan KPK sebagai tersangka. Keduanya tersangka dugaan tindak pidana dengan sengaja mencegah, merintangi atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan dugaan tindak pidana korupsi proyek KTP elektronik atas tersangka Setya Novanto.

Fredrich dan Bimanesh diduga bekerja sama untuk memalsukan tersangka Setya Novanto ke Rumah Sakit untuk dilakukan rawat inap. Namun, hal ini dilakukan dengan data-data medis yang diduga dimanipulasi sedemikian rupa untuk menghindari panggilan dan pemeriksaan oleh penyidik KPK.

Atas perbuatannya tersebut, Fredrich dan Bimanesh disangkakan melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Pasal tersebut mengatur mengenai orang yang sengaja mencegah, merintangi atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan, penuntutan dan pemeriksaan di sidang terdakwa dalam perkara korupsi dapat dipidana maksimal 12 tahun dan denda paling banyak Rp600 juta.***

Baca Juga

Kasus Korupsi Setya Novanto Undang Perhatian Media Luar Negeri

KASUS korupsi yang menyeret Setya Novanto sempat menjadi isu pembicaraan di berbagai negara. Setya merupakan politikus asal Jawa Barat yang pernah menjabat sebagai Ketua DPR RI sekaligus menjadi Ketua Umum Partai Golkar periode 2016-2017.

KPK Periksa Zumi Zola Sebagai Tersangka

JAKARTA, (PR).- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa artis yang kini menjabat sebagai Gubernur Jambi, Zumi Zola, sebagai tersangka tindak pidana korupsi menerima gratifikasi terkait proyek-proyek di Dinas PUPR Provinsi Jambi Tahun