Hina Ibu Negara di Media Sosial, Dodik Terancam Hukuman 5 Tahun Penjara

DOK. ANTARA FOTO
Presiden Joko Widodo bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo.*

BANDUNG,  (PR).- Dodik Ikhwanto (22) didakwa melakukan perbuatan menyebar kebencian dan mengina Ibu Negara Iriana Joko Widodo dalam laman media sosialnya. Akibat perbuatannya terdakwa terancam Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). 

Hal itu terungkap dalam sidang kasus dugaan pelanggaran Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan terdakwa Dodi Ikhwanto (22) di Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1A Bandung, Jalan RE Martadinata, Kamis 11 Januari 2018. 

Dalam sidang dengan agenda dakwaan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Bandung Dini mendakwa Dodik, tersangka menghina ibu negara, dengan pasal 45 ayat (1) jo pasal 27 ayat (1) Undang-Undang nomor 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

"Ancamannya maksimal lima tahun," katanya usai persidangan.

Dalam sidang yang dipimpin I Dewa Gd Suardita, Dini menyebutkan, kasus penghinaan terhadap Ibu Negara Iriana Joko Widodo tersebut bermula pada September 2017. Saat seorang pengguna media sosial dengan akun @warga_biasa mengunggah foto ibu negara, Iriana Joko Widodo. Foto diunggah pada Kamis 7 September 2017 sekitar pukul 10.00 WIB. Dalam unggahan tersebut pemilik akun menyertakan kata-kata kasar yang tidak pantas.

Setelah postingan yang mengandung penghinaan kepada ibu negara itu di dalam akun instagramnya ramai, terdakwa yang merupakan pemilik akun @wargabiasa langsung menutup akunnya tersebut. Terdakwa ditangkap oleh kepolisian di kediamanya di Palembang pada 11 September 2017.

Terdakwa mengaku motif melakukan perbuatan tersebut karena tidak suka dengan rezim pemerintahan saat ini.  Sidang penghinaan kepada Ibu Negara Iriana Joko Widodo ini ditunda dan akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi.***

Baca Juga

Jokowi Jamin Bali Aman bagi Wisatawan

DENPASAR, (PR).- Presiden Joko Widodo meminta Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pariwisata, kedutaan-kedutaan, serta maskapai penerbangan untuk aktif memberikan informasi terkini dan akurat mengenai kondisi Bali.