Jokowi Soroti Masalah Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja

Ilustrasi/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Calon tenaga kerja yang latar belakang pendidikannya sekolah dasar dan menengah harus diperbaiki tingkat keterampilan dan kompetensinya. Hal itu agar mereka bisa menjadi tenaga kerja yang bisa diserap oleh industri. 

Presiden Joko Widodo mengatakan hal tersebut ketika membuka Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Rabu, 3 Januari 2018. Menurut dia, tahun 2018 ini peningkatan investasi harus diarahkan ke bidang SDM. 

Dia menyebutkan, beberapa jalan untuk meningkatkan keterampilan dan kompetensi mereka adalah melalui jalur pelatihan kerja, program pemagangan dan program sertifikasi. Beberapa program seperti itu dikatakannya telah dimulai, namun baru diperluas dengan menyesuaikan kebutuhan industri nasional

"Kita harus terus memperbaiki piramida kualifikasi tenaga kerja kita agar bisa terserap semuanya oleh industri," kata dia kepada para menterinya yang hadir dalam Sidang Kabinet Paripurna. 

Joko Widodo kembali menekankan pentingnya peningkatan investasi kepada SDM di tengah fenomena peningkatan bonus demografi Indonesia. Sebesar 60 persen dari total penduduk Indonesia sebanyak 250 juta tergolong berusia muda dan produktif. Hal itu dikatakannya bisa menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia

"Melalui peningkatan pendidikan dan vokasi yang sudah kita mulai jalankan sejak 2016, bonus demografi harus menjadi kekuatan dan peluang kita," tuturnya.***

Baca Juga

Buktikan Bali Aman, Jokowi Gelar Rapat Terbatas di Pulau Dewata

RAJA AMPAT, (PR).- Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo beserta rombongan bertolak menuju Provinsi Bali, usai menghadiri sejumlah rangkaian kegiatan kunjungan kerja di Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat, Jumat, 22