Hoax, Pidato Jokowi Soal Ancaman Keamanan Terkait Hasil Pilkada Jakarta

Presiden Joko Widodo/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Pihak Istana Kepresidenan memberikan bantahan atas beredarnya berita bohong (hoax) yang menyangkut Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hoax itu berisi pidato Presiden Jokowi yang menyebutkan ada ancaman dari sejumlah kelompok masyarakat terhadap kondisi keamanan terkait hasil Pilkada DKI Jakarta 2017.

Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, mengatakan, dalam berita bohong tersebut, dikatakan bahwa Presiden Jokowi menyampaikan pidato di Stadion Utama Senayan dengan dihadiri seratus ribu hadirin. Pidato itu dilakukan sebagai tanggapan atas maraknya aksi demonstrasi setelah Pilkada DKI Jakarta.

Menurut Bey, Istana Kepresidenan memastikan bahwa pesan hoax berantai tersebut merupakan berita bohong. Penyebaran pesan berantai dikatakannya ulah pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Perlu ditegaskan, Presiden Joko Widodo tidak pernah menghadiri acara dimaksud. Apalagi menyampaikan pidato yang ada dalam pesan tersebut,” katanya, Selasa, 2 Januari 2018.

Dalam berbagai kesempatan, ujar Bey, Presiden Jokowi selalu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menghentikan maraknya penyebaran berita bohong atau hasutan yang mengandung fitnah dan kebencian.

Dalam berbagai kesempatan, Presiden Jokowi, menurut dia, selalu mengajak masyarakat untuk menghentikan penyebaran berita bohong atau hasutan, yang mengandung fitnah dan kebencian di media sosial. Jokowi, dikatakannya selalu mengajak masyarakat agar mengedepa kan nilai-nilai kesantunan dan nilai-nilai kesopanan sebagai budaya Indonesia.***

Baca Juga

Jokowi, Chopperland, dan Dorong Produk Lokal

MUNGKIN tidak akan menjadi pemandangan yang sering terjadi ketika sekelompok anak muda memasuki Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, dengan membawa sepeda motor bergaya chopper.