Usai Diperiksa KPK, Setya Novanto: Sehat

Setya Novanto/ANTARA

JAKARTA, (PR).- KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), Selasa 19 Desember 2017 memeriksa Setya Novanto sebagai saksi dalam penyidikan tindak pidana korupsi pengadaan paket penerapan e-KTP.

Setya Novanto diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Anang Sugiana Sudihardjo yang merupakan Direktur Utama PT Quadra Solution.

Seusai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Setya Novanto enggan berkomentar banyak terkait pemeriksaannya kali ini.

Ia hanya mengatakan soal kondisi kesehatannya. "Sehat," katanya yang diperiksa sekitar 8 jam tersebut.

Sementara itu, Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyatakan bahwa pemeriksaan Setya Novanto dilakukan untuk mendalami perannya dengan Anang Sugiana dalam proyek e-KTP itu.

"Hari ini diperiksa untuk tersangka Anang Sugiana Sudihardjo. Didalami peran Setya Novanto terkait dengan Anang Sugiana Sudiharjo dalam proyek e-KTP," kata Febri seperti diwartakan Antara.

Sebelumnya, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Pengadilan Negeri Jakarta Pusat telah menggelar sidang perdana pembacaan dakwaan perkara korupsi pengadaan e-KTP dengan terdakwa Setya Novanto pada Rabu 13 Desember 2017 walaupun sempat diskors tiga kali.

Pembacaan dakwaan akhirnya dilakukan pukul 17.10 WIB sedangkan jadwal awalnya pukul 9.00 WIB.

Setya Novanto didakwa mendapat keuntungan 7,3 juta dolar dan jam tangan Richard Mille senilai 135 ribu dolar dari proyek e-KTP.

Sidang lanjutan Setya Novanto akan digelar kembali Rabu 20 Desember 2017 dengan agenda pembacaan eksepsi atau nota keberatan atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum.

Nota keberatan

Di tempat terpisah, Maqdir Ismail, kuasa hukum Setya Novanto menyatakan pihaknya masih menyusun eksepsi atau nota keberatan atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum dalam perkara tindak pidana korupsi e-KTP.

"Belum, diusahakan malam ini selesai," kata Maqdir saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa 19 Desember 2017.

Ia menyatakan, salah satu hal yang dipermasalahkan dalam eksepsi itu ialah terkait perbedaan nama-nama yang diuntungkan dalam proyek e-KTPda dalam surat dakwaan Setya Novanto.

"Itu soal perbedaan. Nama-nama orang yang didakwa bersama-sama, ada perbedaan nama-nama orang yang disebut menerima yang diuntungkan dalam proyek itu," ujar Maqdir.

Ia mempertanyakan soal adanya beberapa nama yang menghilang yang diduga sebagai pihak penerima proyek e-KTP itu dalam dakwaan Setya Novanto.

"Kenapa di dalam dakwaan perkaranya Irman disebut sejumlah nama sebagai penerima tetapi di perkara yang lain jadi hilang. Sementara mereka ini didakwa bersama-sama," ucap Maqdir.

Adapun mereka yang dimaksud Maqdir itu adalah Irman dan Sugiharto, Andi Agustinus alias Andi Narogong, dan Setya Novanto.***

Baca Juga

KPK Tahan Fredrich Yunadi 20 Hari

JAKARTA, (PR).- KPK menahan mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi, di Jakarta, Sabtu 13 Januari 2018, seusai diperiksa sebagai tersangka tindakan mencegah dan merintangi penyidikan dugaan tindak pidana korupsi proyek e-KTP atas t

Dokter dan Mantan Pengacara Setya Novanto Ditetapkan Tersangka

JAKARTA, (PR).- Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan dua tersangka dugaan tindak pidana dengan sengaja mencegah, merintangi atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan dugaan tindak pidana korupsi proyek KTP-elektro