Ungkap Lingkaran Politikus, Birokrat, dan Pengusaha dalam Korupsi e-KTP, KPK Akan Ajukan Bukti Rinci

Ilustrasi/FIAN AFANDI/PR
Korupsi.*

JAKARTA, (PR).- KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) akan mengajukan bukti-bukti secara lebih rinci tentang dugaan keterlibatan Setya Novanto dalam perkara korupsi e-KTP pada persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta.

"Setelah putusan praperadilan, berarti ada lembar baru dalam penanganan kasus e-KTP karena di agenda berikutnya, kami akan masuk pada substansi perkara e-KTP dengan terdakwa Setya Novanto. Kami akan ajukan bukti-bukti secara lebih rinci," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Kamis 14 Desember 2017.

Febri menyatakan, jika dilihat dari peta cluster yang diduga terlibat dalam kasus e-KTP, Setya Novanto merupakan terdakwa pertama dari cluster politik yang diproses di pengadilan.

KPK juga telah menetapkan satu lagi tersangka dari cluster politik, yaitu anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar, Markus Nari. Namun, Markus Nari saat ini masih dalam proses penyidikan di KPK.

Sebelumnya, sosok dari cluster birokrasi yang telah diproses persidangan adalah mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Irman dan mantan Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Negeri Sugiharto. Keduanya telah divonis bersalah dalam perkara e-KTP tersebut.

Sementara itu, cluster selanjutnya adalah dari unsur swasta, yaitu pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong dan Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo.

Andi Narogong saat ini sedang menjalani proses persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Andi Narogong pun telah dituntut 8 tahun penjara terkait perkara korupsi e-KTP. Sementara Anang Sugiana saat ini masih dalam tahap proses penyidikan di KPK.

"Dua (orang) itu dari birokrasi, yang ketiga adalah dari pihak swasta dan jasa Novanto berada di cluster yang ketiga. Jadi, kami harapkan gambaran yang jauh lebih utuh dari kasus korupsi e-KTP ini bisa didapatkan meskipun kami juga masih memproses dua orang tersangka," ucap Febri seperti dilaporkan Antara.

Sebelumnya, Hakim Tunggal Kusno menggugurkan praperadilan yang diajukan Setya Novanto dalam pembacaan putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis 14 Desember 2017.

Hakim Kusno menjelaskan beberapa pertimbangan terkait gugurnya praperadilan Setya Novanto.

Pertama, Hakim mempertimbangkan terkait bukti rekaman persidangan perkara pokok dengan terdakwa Setya Novanto yang telah diputar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

"Dengan jelas dan Hakim Ketua Majelis yang memeriksa perkara pokok atas nama terdakwa Setya Novanto telah membuka persidangan dan dinyatakan terbuka untuk umum," kata Kusno.

Selain itu, Hakim Kusno juga mempertimbangkan terkait kapan gugurnya praperadilan mengacu pada Pasal 82 ayat (1) huruf d KUHAP dan putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 102/PUU-XIII/2015.

Ia menilai bahwa Pasal 82 ayat (1) huruf d KUHAP telah diperjelas melalui keputusan Mahkamah Konstitusi Momor 102/PUU/XIII/2015.

"Yang menyatakan bahwa untuk menghindari adanya perbedaan penafsiran sebagaimana diuraikan di atas, Mahkamah berpendapat demi kepastian hukum dan keadilan perkara praperadilan dinyatakan gugur pada saat setelah digelar sidang pertama terhadap perkara pokok atas nama terdakwa atau pemohon praperadilan," kata Kusno.

Baca Juga

KPK Tahan Fredrich Yunadi 20 Hari

JAKARTA, (PR).- KPK menahan mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi, di Jakarta, Sabtu 13 Januari 2018, seusai diperiksa sebagai tersangka tindakan mencegah dan merintangi penyidikan dugaan tindak pidana korupsi proyek e-KTP atas t

Putri Setya Novanto Penuhi Panggilan KPK

JAKARTA, (PR).- Dwina Michaella, anak dari Setya Novanto memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diperiksa sebagai saksi dalam penyidikan tindak pidana korupsi pengadaan paket penerapan KTP berbasis nomor induk kependudukan s

Setya Novanto Politisi Terpegah Selama 2017

JAKARTA, (PR).- Mantan Ketua Umum Partai Golkar dan Ketua DPR Setya Novanto menjadi figur terpegah atau paling banyak diberitakan sepanjang tahun 2017.