Keamanan Siber Lemah, Indonesia Terima 1,225 Juta Serangan per Hari

Ilustrasi/REUTERS

JAKARTA, (PR).- Penduduk Indonesia masih lemah dalam menerapkan teknologi keamanan siber. Padahal, keamanan siber kini sangat diperhatikan di seluruh dunia. Kementerian Komunikasi dan Informatika mencatat, indeks keamanan siber Indonesia berada di peringkat ke-70 dunia, jauh di bawah Malaysia dan Singapura. Setiap harinya, Indonesia menerima 1,225 juta serangan siber.

Menkominfo Rudiantara menegaskan, keamanan siber sudah menjadi isu global dan mendapat perhatian khusus nyaris semua negara. Menurut dia, khusus negara anggota ASEAN, manifestasi keamanan siber dirangkum dalam deklarasi "Siengrip" yang disepakati semua menteri komunikasi dan informatika di Kamboja, pekan lalu.

"Keamanan siber ini bukan hanya isu di Indonesia. Isu global dan regional. Satu klausul dari deklarasi itu adalah kolektif effort. Kita masih nomor 70 kalau tidak salah, jadi masih banyak yang harus dikejar," ucap Rudiantara dalam seminar Building Trusted Information Security Management, di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu 6 Desember 2017.

Ia mengatakan, pemerintah terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk peduli terhadap keamanan siber, terutama bagi generasi muda. Keamanan siber sangat penting bagi pertumbuhan bisnis masa depan seiring gencarnya penetrasi teknologi informatika berbasis internet.

"Yang lebih umum adalah saya minta bantuan teman-teman media, untuk selalu menyosialisasikan mengenai keamanan siber ini. Harus ada semacam kesadaran pada diri masyarakat dari semua mengenai hal ini. Contoh, ini kan teman-teman pasti pakai Gmail, Yahoo, kapan terakhir ganti password? Ada yang enggak pernah, itu bahaya," ujarnya.

Dukung keamanan siber

Director Sales and Marketing ESET APAC Parvinder Walia menambahkan, Indonesia berpotensi menjadi negara besar pembangun ekonomi digital. Menurut dia, keamanan siber di Indonesia harus diperkuat agar dunia usaha dan bisnis digital berjalan pesat. 

"Indonesia akan menjadi pemain ekonomi digital terbesar di Asia. Sehingga kami, sebagai perusahaan yang menawarkan IT Security tertarik untuk berbisnis di Indonesia. Pada 2020, kami yakin, keamanan siber memainkan peran penting untuk mewujudkan tujuan ekonomi digital," ujar Parvinder.

Senada dengan Parvinder, Marketing Director PT Prosperita ESET Indonesia Chrissie Maryanto mengatakan, ESET akan menjadi penyokong terdepan kemananan siber Indonesia.***

Baca Juga