Ini Kata Deddy Mizwar Soal Reuni 212

Aksi 212/ANTARA
Umat muslim mengikuti aksi 212 di depan Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa, 21 Februari 2017. Aksi yang diikuti ribuan orang itu menuntut pemberhentian Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang telah menjadi terdakwa dalam kasus dugaan penistaan agama. *

BANDUNG, (PR).- Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar menyatakan, tak ada yang perlu dikhawatirkan dari kegiatan reuni 212 yang akan dielar di Monas, Sabtu, 2 Desember 2017. Tak perlu ada ketakutan akan adanya kepentingan politik di kegiatan itu.

Menurut dia, berkumpulnya umat Muslim merupakan sesuatu yang wajar pada bulan peringatan Maulid Nabi Muhammad S.A.W.

"Ini bulan Maulid. Tabligh akbar itu biasa, apapun namanya, sudah diizinkan aparat keamanan dan yang punya wilayah, tidak ada yang aneh. Kenapa jadi alergi?" katanya saat ditemui di rumah dinasnya di Jalan Rancabentang, Kota Bandung, Jumat, 1 Desember 2017.

Meski berjudul Reuni 212 tak perlu ada yang dikhawatirkan. Menurut dia, reuni itu untuk memperingati ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah kebangsaan yang fenomenal. 

"Dulu tujuh juta orang berkumpul, rumput saja dijaga, apalahi NKRI," ujarnya.

Bukan demonstrasi

Maka itu ia berpendapat, reuni 212 besok di Jakarta tak perlu diributkan. Sebab kegiatannya pun mendengarkan tausiah. Tak ada yang aneh. Kegiatan serupa juga digelar oleh berbagai pihak memperingati Maulid Nabi Muhammad.

Ia mengatakan, kegiatan ini bukanlah aksi demonstrasi yang perlu dikhawatirkan. Pesertanya berkumpul untuk mendengar tausiah. Jika pada pelaksanaannya nanti ternyata ada kegiatan yang menghasut atau ujaran kebencian yang terlontar, barulah aparat keamanan bisa menindaknya. 

"Kalau ada penumpang gelap harus disingkirkan," katanya.  Namun, kata dia, dengan diizinkannya kegiatan ini oleh polisi maka seharusnya sudah tak perlu lagi ada kecemasan. "Sudah clear," ujarnya.***

Baca Juga

Isu Transparansi dan Sentralisasi Mencuat di Pilrek Unpad

BANDUNG, (PR).- Isu transparansi pemilihan hingga sentralisasi kepemimpinan mencuat sosialisasi gagasan Calon Rektor Universitas Padjadjaran periode 2019-2024 di hadapan Senat Akademik dan Dewan Profesor Unpad.