Konsensus ASEAN Berikan Kepastian Hukum bagi Pekerja Migran

Konferensi Pers/SATRIO WIDIANTO/PR
Konferensi pers, Jumat, 17 November 2017, menjelaskan hasil “ASEAN Consensus on the Promotion and Protection of the Rights of Migrant Workers” dalam Konferensi Tingkat Tinggi ke-31 ASEAN yang berlangsung di Manila, Filipina, 14 November 2017 lalu.

JAKARTA, (PR).- Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Kementerian Ketenagakerjaan Maruli Apul Hasiloan menyatakan, hasil kesepakatan para pemimpin negara-negara ASEAN memberikan perlindungan dan kepastian hukum bagi pekerja migran. Dalam konsensus telah diatur sejumlah hak yang didapatkan pekerja migran.

“Hak-hak pekerja migran itu antara lain mendapatkan kunjungan dari anggota keluarganya. Menyimpan dokumen pribadi, termasuk paspor dan dokumen izin kerja,” ungkap Maruli di Jakarta, Jumat 17 November 2017, saat menjelaskan hasil “ASEAN Consensus on the Promotion and Protection of the Rights of Migrant Workers” dalam Konferensi Tingkat Tinggi ke-31 ASEAN yang berlangsung di Manila, Filipina, 14 November 2017 lalu.

Dikatakan konsensus ini penting untuk memberikan perlindungan dan kepastian hukum bagi para pekerja migran yang bekerja di negara-negara ASEAN. Pemerintah Indonesia termasuk salah satu yang mendukung dan mengawal keputusan penting ini selama 10 tahun. Dalam konsensus tersebut telah diatur sejumlah hak yang didapatkan pekerja migran.

Maruli menyebutkan, pekerja migran juga mendapatkan kesetaraan hukum ketika ditahan atau dipenjara, saat menunggu masa sidang atau ketika ditahan untuk alasan lainnya.

Sementara itu, Direktur Pengembangan Pasar Kerja Roostiawati menegaskan, konsesus ini merupakan bentuk komitmen para pemimpin negara-negara ASEAN untuk mendorong perlindungan pekerja migran.

“Ini menandakan kerja sama di kawasan ASEAN semakin kuat dengan disetujuinya konsensus ini. Tenaga kerja diberikan akses komunikasi, norma keselamatan kerja dan akses perbankan,” kata Roostiawati.

Kementerian Ketenagakerjaan, lanjut Roostiawati, akan menyiapkan rencana aksi untuk menjalankan Konsensus tersebut. Rencana aksi masing-masing negara selanjutnya akan dipelajari dan dibahas oleh ASEAN Committee of Migrant Workers (ACMW).

Masing-masing negara akan membuat laporan kemajuan pelaksanaan `action plan` serta saling memberikan contoh praktik baik dalam perlindungan pekerja migran yang merujuk pada konsensus tersebut. Pemerintah Indonesia sendiri dari jauh-jauh hari telah menyiapkan kerangka rencana aksi guna menjamin terlaksananya konsensus perlindungan pekerja migran di Asia Tenggara tersebut.

Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri menyatakan, konsensus tersebut merupakan langkah maju dalam peningkatan perlindungan hak-hak pekerja migran di ASEAN. Perlindungan yang mengacu pada prinsip-prinsip Hak Asasi Manusia itu, tak hanya diberikan kepada pekerja migran, namun juga kepada keluarganya.

Hal itu juga sejalan dengan Konvensi PBB 1990 tentang Perlindungan dan Pemajuan Hak-Hak Seluruh Pekerja Migran dan Anggota Keluarganya. Perlindungan serupa juga diberikan kepada pekerja migran yang tidak terdokumentasi yakni pekerja migran yang masuk dan tinggal untuk bekerja di suatu negara secara ilegal, atau pekerja migran yang awalnya legal namun berubah menjadi ilegal.***

Baca Juga

BPJS Ketenagakerjaan Waspadai Tahun Politik

JAKARTA, (PR).- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan mewaspadai kian dekatnya tahun 2018 yang merupakan tahun politik, seiring digelarnya banyak pemilihan kepala daerah (pilkada).

Senin, 24 April 2017. Kejadian yang terjadi sekitar pukul 22.00 WIB menabrak dua warga yang berada di jembatan dan meninggal

Tahun 2035, Kecelakaan Lalu Lintas Harus Turun 80%

JAKARTA, (PR).- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengajak seluruh penyelenggara Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) dan para pemangku kepentingan terkait untuk bersama sama menjaga keselamatan jalan.

Penerbangan Garuda Berangsur Lancar

JAKARTA, (PR).- Seluruh penerbangan Garuda Indonesia, Sabtu 2 Desember 2017 ini sudah berjalan lancar dan penumpukan penumpang sudah mulai terurai.