#KlipingPR Pemerintah Pernah Menyetujui Bilik Asmara di Lapas

Ilustrasi/DOK PR

17 November 1990. Pemerintah sempat menyetujui usulan untuk memperbolehkan narapidana berhubungan seksual di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Asal, hal itu dilakukan dengan istrinya sendiri. 

Usulan soal pemenuhan kebutuhan biologis bagi pada napi ini diutarakan oleh Anggota Komisi III DPR Harefa. Ia mengusulkan agar napi diberi kesempatan untuk melakukan hubungan seksual. Menurutnya, hubungan seksual merupakan kebutuhan manusia normal dan penting untuk menjaga keutuhan rumah tangga.

Ia mengatakan, istri napi tidak jarang berselingkuh dengan lelaki lain karena tidak terpenuhinya kebutuhan biologis. Sementara bagi napi laki-laki sendiri, menurut pengamatannya, kerap melakukan penyimpangan seksual di dlaam Lapas. Mereka terpaksa melakukan itu karena kebutuhan biologisnya tidak tersalurkan. 

Dampak lainnya, katanya, akal pikiran napi tidak sehat lagi. Padahal Lapas berfungsi sebagai lembaga pendidikan dan pembinaan.

Dipersiapkan

Departemen Kehakiman merespons usulan ini. Dalam acara "Temu Sadar Hukum Antarnapi Nusakambangan" di Lapas Besi Nusakambangan Cilacap, Dirjen Pemasyarakatan Departeman Kehamikan Baharuddin Lopa menyampaikan persetujuannya atas usul tersebut.

"Kini Departemen Kehakiman sedang memikirkan persiapan pelaksanaan usulan tersebut. Termasuk bagaimana tata cara pengaturannya, pengadaan fasilitas, apakah akan dibuatkan ruang khusus serta waktu penggilirannya. Kecuali itu, diperlukan dana tidak sedikit. Untuk mewujudkan itu hal itu, jelas masih dibutuhkan waktu guna memikirkannya secara matang," kata Baharuddin Lopa.

Ia mengatakan, pemenuhan kebutuhan itu diharapkan bisa membuat napi lebih sadar untuk tidak mengulangi perbuatannya. Mereka juga diharapkan lebih bisa menerima bimbingan dan pembinaan dari petugas Lapas.

Sampai saat itu, pemenuhan kebutuhan biologis itu tak pernah disebutkan secara jelas dalam aturan. Pemenuhan kebutuhan biologis tidak masuk dalam hak-hak narapidana sesuai Pasal 14 ayat (1) UU Nomor 12 Tahun 1995.

Pemenuhan kebutuhan biologis lewat penyediaan bilik asmara kerap menjadi polemik. Beberapa napi sempat mengungkapkan keinginan disediakannya bilik asmara. Di sisi lain, praktik ilegal penyediaan bilik asmara juga pernah terjadi.***

Baca Juga

Bondan Winarno "Maknyus" Meninggal Dunia

BANDUNG, (PR).- Penulis dan wartawan Bondan Winarno meninggal dunia, rabu, 29 November 2017. Lelaki yang kemudian lebih dikenal sebagai pembawa acara kuliner itu menghembuskan nafas terakhir di RS Harapan Kita, Jakarta pada pukul 09.05 WIB.

#KlipingPR Lolosnya Zarina Hingga ke Amerika Serikat

21 November 2017. Zarina atau media-media lain menyebutnya Zarima menjadi sorotan publik. Ia ditangkap polisi karena memiliki 29.677 butir pil ekstasi. Saat berada di tahanan polisi, ia melarikan diri ke Amerika Serikat.