Pekerja Pasar Tradisional Didorong Ikut Jaminan Sosial Tenaga Kerja

Ilustrasi Pasar Tradisional/DOK. ANTARA

SOLO, (PR).- Sebagian besar di antara 3000-an pekerja di bursa batik dan tekstil terbesar di Jawa Tengah, Pasar Klewer Solo, saat ini belum mendapat perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) ketenagakerjaan. Berdasarkan data BPJS ketenagakerjaan, saat ini baru sebanyak 778 orang tenaga kerja di Pasar Klewer yang sudah didaftarkan sebagai peserta jaminan sosial ketenagakerjaan. 

“Jumlah tenaga kerja yang resmi mendaftar ke BPJS ketenagakerjaan saat ini baru sebanyak 778 orang. Sedangkan tenaga kerja lain, pedagang dan pemilik kios di Pasar Klewer belum menjadi penerima manfaat BPJS ketenagakerjaan,” kata Kepala Kantor Cabang Utama BPJS Ketenagakerjaan Surakarta, Suwilwan Rachmat, kemarin. 

Pasar Klewer Solo, sejak Senin 13 November 2017 diresmikan sebagai "Pasar Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan". Bursa batik dan tekstil yang baru dibangun kembali setelah terbakar akhir tahun 2015, dipilih sebagai salah satu di antara 11 pasar tradisional di Indonesia yang melaksanakan "Gerakan Nasional BPJS Ketenagakerjaan di Desa, Mal dan Pasar". 

Para pekerja yang belum terdaftar di BPJS ketenagakerjaan, menurut Suwilwan, berarti mereka belum mendapatkan jaminan kecelakaan kerja. Dia menyatakan, para pedagang dan pemilik kios di Pasar Klewer yang sebanyak 1.690 kios, belum menanggapi himbauan agar para pekerja didaftarkan menjadi penerima manfaat BPJS ketenagakerjaan. 

Upaya Pemkot Solo bersama BPJS ketenagakerjaan memberikan pemahaman kepada para pedagang dan pekerja agar mendaftar ke BPJS ketenagakerjaan dinilai cukup berat. Di antara penyebabnya, para pedagang terkesan mengabaikan keselamatan, khususnya terhadap pekerja. 

“Padahal dengan membayar iuran Rp 8.300,- per orang per bulan, banyak fasilitas yang diberikan BPJS ketenagakerjaan sebagai jaminan keselamatan kerja. Para peserta jaminan sosial ketenagakerjaan berhak mendapat jaminan saat mengalami kecelakaan kerja,” ungkapnya.

Semua pekerja harus ikut

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, menurut Wakil Wali Kota Solo, Achmad Purnomo, akan mendorong para pedagang dan para pekerja di Pasar Klewer agar mendaftar sebagai peserta jaminan sosial  ketenagakerjaan di BPJS ketenagakerjaan.

“Prinsipnya semua pekerja harus ikut. Sebelumnya mereka juga bisa minta keterangan secara jelas tentang syarat-syarat dan caranya mendaftarnya,” jelasnya.

Achmad Purnomo menambahkan, setelah Pasar Klewer menjadi "Pasar Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan", Pemkot Solo akan mengembangkan BPJS ketenagakerjaan bagi pedagang, pemilik kios dan pekerja di pasar tradisional lain, seperti Pasar Singosaren, Pasar Gede, Pasar Elpabes dan lain-lain yang melibatkan banyak tenaga kerja dan memiliki potensi pendapatan tinggi.***

Baca Juga

Dukung Pertumbuhan Ekonomi, Jaringan 4G Diperluas

JAKARTA, (PR).- Pemerintah mempercepat perluasan jangkauan jaringan teknologi generasi ke-empat atau 4G di seluruh wilayah Indonesia, kata Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara di Jakarta, Kamis 19 Oktober 2017.