Setya Novanto Tidak Hadir Lagi di Sidang e-KTP

Setya Novanto/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Ketua DPR Setya Novanto kembali tidak menghadiri persidangan kasus e-KTP. Setya Novanto seharusnya datang sebagai saksi untuk terdakwa pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong.

"Rencananya kami akan hadirkan enam saksi namun dua orang berhalangan hadir atas nama Setya Novanto dan Onny Hendro Adhiaksono, sedangkan yang empat orang sudah siap," kata Jaksa Penuntut Umum KPK Wawan Sunaryanto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Jumat 20 Oktober 2017.

"Kalau tidak salah, keduanya sudah dua kali tidak hadir?" tanya Ketua Majelis Hakim Jhon Halasan.

Wawan Sunaryanto pun menjawab, "Betul, Yang Mulia."

Wawan menyatakan, Setya Novanto tidak hadir dengan alasan ada kegiatan di tempat lain sedangkan belum ada pemberitahuan terkait ketidakhadiran Onny.

"Kami upayakan untuk menghadirkan lagi, Yang Mulia," kata Wawan.

Hakim Jhon pun menyatakan bahwa tidak menutup kemungkinan pengadilan akan memanggil kedua saksi itu untuk diperlukan keterangannya.

"Sementara yang berkepentingan adalah Jaksa Penuntut Umum, meskipun tidak menutup kemungkinan bahwa hakim juga bisa mengambil sikap tertentu nanti mengingat bahwa dalam perkara pidana, manakala Majelis Jakim berpendapat perlu mengajukan saksi. Tetapi lepas dari itu, agar saudara Jaksa Penuntut Umum menjadwal ulang kembali," ucap Hakim Jhon seperti dilaporkan Antara.

Selain itu, kata dia, Majelis Hakim juga menyatakan pengadilan telah menerima surat dari Sekretariat Jenderal DPR.

"Apakah surat yang (ada) di Pak Jaksa sama?," tanya Hakim Jhon.

"Sama yang mulia," kata Jaksa Wawan.

"Disebutkan di sini bahwa yang bersangkutan akan mengikuti acara kenegaraan dan memohon agar BAP dibacakan di persidangan, apa bunyinya sama, Pak Jaksa?," tanya Hakim Jhon.

"Sama yang mulia," jawab Jaksa Wawan kembali.

"Baik saya ’no comment’ sementara untuk ini. Agar Pak Jaksa menyikapinya, ya," kata Hakim John.

Jaksa Penuntut Umum KPK sesuai rencana, akan menghadirkan enam saksi lanjutan sidang perkara e-KTP dengan terdakwa Andi Norogong pada Jumat (20/10) antara lain Shin Chen Ho, Setya Novanto, Nurhadi Putra, Onny Hendro Adhiaksono, Drajat Wisnu Setyawan, dan Sandrawati.

Sebelumnya, Setya Novanto seharusnya juga menjadi saksi pada Senin 9 Oktober 2017 untuk Andi Narogong yang didakwa mendapatkan keuntungan 1,499 juta dolar dan Rp 1 miliar dalam proyek pengadaan 3-KTPyang seluruhnya merugikan keuangan negara senilai Rp 2,3 triliun.

Namun ia tidak hadir dengan dalih melakukan pemeriksaan kesehatan di rumah sakit.***

Baca Juga

Kali Ini KPK Siap Hadapi Perlawanan Hukum dari Novanto

JAKARTA, (PR).- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan siap menghadapi perlawanan hukum yang mungkin akan dilakukan Setya Novanto setelah ditetapkan kembali menjadi tersangka kasus dugaan korupsi KTP-elektronik (e-KTP) pada Jumat 10

KPK Geledah Kamar Tidur di Kediaman Novanto

JAKARTA, (PR).- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah beberapa ruangan seperti kamar tidur dan garasi di kediaman Setya Novanto yang dilakukan pada Rabu 15 November 2017 malam hingga Kamis 16 November 2017 dini hari.

Setya Novanto Dipindah ke RSCM, KPK Dampingi di Ambulans

JAKARTA, (PR).- Ketua DPR RI Setya Novanto dipindahkan dari RS Medika Permata Hijau ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jumat, 17 November 2017. Tersangka korupsi e-KTP itu dipindahkan karena alasan keterbatasan alat medis.