#PanglimaTantangBIN Sempat Viral, TNI dan BIN Diadu Domba?

Panglima TNI Gatot Nurmantyo/REUTERS
Presiden Joko Widodo berbincang dengan Panglima TNI Gatot Nurmantyo pada saat latihan militer di Pulau Natuna, Riau, beberapa waktu lalu.*

JAKARTA, (PR).- Dugaan TNI dan BIN diadu domba dari luar negeri muncul. TNI dan BIN tengah dihadapkan dengan persoalan pengadaan senjata. Isu adanya 5.000 senjata ilegal yang diimpor sempat berkepanjangan di media sosial dengan munculnya tagar #PanglimaTantangBIN. Padahal Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto sudah menjelaskan fakta sebenarnya hanya ada 500 senjata buatan PT Pindad yang diminta Badan Intelijen Negara untuk sekolah intelijen.

Pengamat intelijen dari Universitas Indonesia Ridlwan Habib pun meminta seluruh pihak mewaspadai potensi "adu domba" yang dilakukan pihak asing terhadap TNI dan BIN. "Ada pihak ketiga yang mencoba melakukan adu domba antara Panglima TNI (Gatot Nurmantyo) dan institusi BIN. Dari penelusuran dengan metode 'open source intelligence' atau OSINT, operasi adu domba ini menggunakan medsos," ujar Ridlwan seperti dilansir Kantor Berita Antara di Jakarta, Senin, 25 September 2017.

Ridlwan menekankan polemik pengadaan senjata telah membuat situasi politik nasional menghangat. Sebelumnya beredar rekaman pernyataan Panglima TNI terkait adanya pihak non-TNI/Polri yang membeli 5.000 pucuk senjata. Hal ini terus menjadi perbincangan di media sosial. Menurut Ridlwan pada tanggal 23 September pukul 22.00 WIB muncul tagar #PanglimaTantangBIN di media sosial. Tagar itu sempat menjadi "trending topic" di Twitter.

Dari luar negeri

"Dari penelusuran saya, itu menggunakan autobot atau mesin, bukan akun-akun asli. Tagar #PanglimaTantangBIN itu menggunakan link url sebuah berita di website www.perangbintang.com. Setelah saya cek, website itu dihosting dari luar negeri," kata Ridlwan.

Dia mengatakan situs www.perangbintang.com beralamat IP di 198.185.159.145 berada di Naples, Florida, Amerika Serikat. "Ada intensi dari pembuat situs itu untuk menyamarkan penjejakan, " kata Ridlwan.

Pada tanggal 24 September 2017, isu semakin memanas karena beredar berita melalui 'WhatsApp group' yang mengutip situs www perangbintang.com. "Padahal di berita itu isinya wawancara fiktif seolah-olah Kepala BIN diwawancarai padahal tidak pernah dan tidak jelas lokasi wawancaranya. Tujuannya jelas fitnah dan menyesatkan," kata Ridlwan.

Kepentingan asing

Dia menilai isu ini adalah upaya adu domba oleh kepentingan asing agar Indonesia gaduh. Dia meyakini pihak asing ingin menciptakan kegaduhan agar pembangunan di Indonesia terganggu.

"Masyarakat dibuat tidak tenang oleh isu-isu sehingga resah dan tidak percaya pada pemerintah. Padahal hubungan Panglima dan Kepala BIN (Budi Gunawan) sangat harmonis dan baik baik saja," katanya.

Dia menilai respons Menkopolhukam dalam menenangkan suasana sudah tepat dan terukur. Koordinator Indonesia Intelligence Institute itu mengimbau masyarakat umum agar bijak sebelum menyebar kabar di media sosial.***

Baca Juga

Kapuspen TNI: Pernyataan Gatot Nurmantyo Bukan Konsumsi Publik

JAKARTA, (PR).- Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Wuryanto, menegaskan, pernyataan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo soal adanya institusi yang memesan 5.000 senjata dengan mencatut nama Presiden Joko Widodo, bukan