Stok Sapi Kurban di Yogyakarta Mencukupi

Hewan Kurban/ANTARA
Penjual sapi melakukan aktivitas di Pasar Hewan Kota Madiun, Jawa Timur, Jumat, 11 Agutsus 2017 lalu. Menurut para penjual hewan sapi dan kambing, meski saat ini sudah mendekati hari raya Iduladha permintaan hewan kurban masih sepi, belum ada peningkatan permintaan.*

YOGYAKARTA, (PR).-Hasil pantauan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), stok sapi kurban diprediksi mencukupi kebutuhan hewan kurban pada tahun ini. Stoknya  memadai dan   harganya pun dinilai masih stabil.  Dengan begitu,  stok sapi kurban diperkirakan tidak akan berpengaruh banyak terhadap kenaikkan inflasi. Tim TPID DIY melakukan pemantauan di salah satu peternakan sapi, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo.

Usai pemantauan, Anggota TPID yang juga Kepala Bagian Analisa Kebijakan Produktivitas, Biro Administrasi Perekonomian dan SDA Pemda DIY, Deden Rohanawati, Selasa 22 Agustus 2017 mengatakan,  selain stok sapi  mencukupi, harganya pun dinilai masih stabil. 

Ia menyebutkan, stok sapi jantan dewasa pada 2017 di Gunungkidul  mencapai 10.147 ekor dari  total populasi sebanyak 150.331 ekor. Sementara untuk kambing siap potong,  saat ini jumlahnya mencapai 20.147 ekor dari polulasi sebanyak 182.048 ekor yang tersebar di 18 kecamatan. “Dari pantauan yang sudah dilakukan di tiga kabupaten, stok hewan kurban terutama sapi di DIY secara umum bisa memenuhi kebutuhan,” kata Deden.

Meski stok mencukupi,  kata dia, Tim TPID DIY meminta agar Pemkab Gunungkidul terus melakukan pemantauan.  Hal itu, terutama memastikan kesehatan ternak yang hendak dijadikan hewan kurban. “Tata cara penyembelihan hewan kurban, kebersihan daging serta kemungkinan munculnya cacing hati pada hewan kurban,  harus diperhatikan,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto juga memastikan bahwa stok hewan kurban di Gunungkidul telah mencukupi. Pasalnya,  berdasarkan pemantauan di sejumlah pasar hewan dan peternakan, jumlah sapi atau kambing dinilai cukup untuk kebutuhan Hari Raya Kurban pada 1 September mendatang. 

Sapi pasundan

Sementara itu di Jawa Barat, keberadaan sapi pasundan sebagai plasma nutfah atau sapi asli Jawa Barat,  mulai punah. Hal itu terlihat dari  penurunan populasi dalam tiga tahun terakhir sekitar 22%,  sehingga perlu dikonservasi dengan regulasi. Upaya lainnya,  harus  menjaga basis populasi yang tersisa.

Menurut Dosen Genetika dan Pemuliaan Fakultas Peternakan Univesitas Padjadjaran  Johar Arifin, populasi sapi pasundan setiap tahun semakin turun. Penurunan itu  karena beberapa faktor, di antaranya  situasi sosial, politik dan alih fungsi hutan. Tahun 2013, populasi  sapi pasundan mencapai  sekitar 50.000 ekor. Akan tetapi,  dalam tiga tahun hingga 2016 jumlahnya hanya sekitar 31.033 ekor.***

 

Baca Juga

70 Buku Kuno Keraton Yogyakarta Akan Didigitalisasi

YOGYAKARTA, (PR).- Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X menyambut baik rencana digitalisasi 70 buku kuno Keraton Yogyakarta yang kini tersimpan di British Library, Inggris.