Hackers Indonesia Bersatu Meretas Website Malaysia

Ilustrasi/REUTERS

SEBUAH grup hacker Indonesia dilaporkan telah meretas puluhan situs web Malaysia. Hal ini dilakukan sebagai tanggapan atas tragedi terbaliknya gambar bendera Indonesia di buku panduan Souvenir Spesial SEA Games 2017 Kuala Lumpur, Malaysia.

Kesalahan itu telah memicu kemarahan rakyat Indonesia selama beberapa hari terakhir. Presiden Republik Indonesia Joko Widodo juga menuntut permintaan maaf secara resmi dari Malaysia.

Tragedi ini juga turut menyulut kemarahan para hacker di Indonesia. Menurut surat kabar harian Malaysia The Star, grup hacker Indonesia ExtremeCrew telah meretas 27 situs web Malaysia. Pada situs web yang diretas, para hacker menampilkan buku panduan dengan gambar bendera Indonesia yang terbalik itu dengan sebuah pesan “Bendera Negaraku Bukanlah Mainan” dan sebuah soundtrack lagu kebangsaan Indonesia. Dibawah gambar tersebut, terdapat nama para hacker yang meretas situs web tersebut.

Seperti yang dilansir dari Tech Wire Asia, situs terkenal seperti Easyparcel.my pun tak terlepas dari hacker Indonesia. Namun sepertinya situs tersebut diretas oleh kelompok hacker Indonesia lainnya.
The Star juga melaporkan bahwa situs Indonesia Elshianta.com memiliki daftar lengkap situs web Malaysia yang diretas. Kebanyakan situs web yang diretas adalah situs yang tidak terkait dengan badan resmi atau perusahaan besar.

Gambar-gambar terbalik bendera Indonesia mulai beredar di Internet tak lama setelah buku panduan SEA Games itu dibagikan pada pembukaan SEA Games di Kuala Lumpur pada hari Sabtu, 19 Agustus 2017 lalu.

Menteri Pemuda dan Olah Raga Indonesia Imam Nahrawi mengunggah gambar bendera Indonesia yang terbalik di akun Twitter miliknya dengan mengatakan bahwa ini adalah "kelalaian fatal yang sangat menyakitkan".

Jokowi mengatakan bahwa Indonesia menginginkan permintaan maaf secara resmi. Meskipun enggan membesar-besarkan masalah tersebut, Jokowi mengakui bendera adalah hal yang menyangkut kebanggaan dan semangat nasionalisme masyarakat Indonesia.

Netizen Indonesia juga menyayangkan kesalahan fatal ini. Mereka menulis cuitan tentang bendera Indonesia yang terbalik dan menggunakan hashtag #ShameOnYouMalaysia di Twitter. Hashtag #ShameOnYouMalaysia kemudian menjadi trending untuk beberapa hari.

Menteri Malaysia Khairy Jamaluddin kemudian meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia melalui Twitter dan juga bertemu dengan Imam Nahrawi secara langsung, pada Senin, 21 Agustus 2017. Malaysia juga berjanji akan menarik buku Souvenir Spesial SEA Games tersebut. 

Meski begitu, banyak pihak yang menilai Malaysia tidak hanya cukup meminta maaf. Lebih dari itu, Ketua Komisi 1 DPR RI Abdul Kharis Almasyhari juga meminta Malaysia segera melaksanakan investigasi mendalam terkait insiden tersebut. (Ghea Resta Meida)***

Baca Juga

Perbatasan Entikong Rawan Perdagangan Manusia

JAKARTA, (PR).- Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusi Yasonna H Laoly mengunjungi Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kalimatan Barat, Selasa, 21 November 2017.

Malaysia Pulangkan 308 WNI Bermasalah

NUNUKAN, (PR).- Pemerintah Kerajaan Malaysia memulangkan lagi 308 warga negara Indonesia (WNI) bermasalah yang bekerja di Negeri Sabah melalui Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Tertangkap OTT, Hakim Tidak Jera

JAKARTA, (PR).- Direktur Puskapsi Universitas Negeri Jember, Bayu Dwi Anggono, berpendapat Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap sejumlah hakim baru-baru ini oleh KPK merupakan akibat dari lemahnya pengawasan terhadap hakim baik secara int

Tujuh Pengaduan Parpol Akan Diproses Bawaslu

JAKARTA, (PR).- Sebanyak tujuh laporan terkait dugaan pelanggaran tahapan pendaftaran dan verifikasi partai politik dikabulkan oleh Majelis Pemeriksa Bawaslu untuk diproses lebih lanjut dalam persidangan.