Akhirnya, DPR Batalkan Rencana Bangun Apartemen

Setya Novanto Jadi Ketua DPR/ANTARA FOTO
KETUA DPR yang baru dilantik Setya Novanto (tengah) menerima ucapan selamat dari anggota DPR dalam Sidang Paripurna di Kompleks Parlemen, senayan, Jakarta, Rabu 30 November 2016. Setya Novanto resmi menjabat Ketua DPR sisa masa jabatan tahun 2014-2019 usai dilantik menggantikan Ade Komarudin.*

JAKARTA, (PR).- Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) akhirnya membatalkan rencana pembangunan apartemen yang semula akan digunakan untuk tempat tinggal bagi para anggota dewan. Pembatalan ini disebabkan rumah jabatan di Ulu Jami dan Kalibata sebenarnya masih representatif.

"Kami sudah putuskan secara bersama bahwa membangun atau menyewa apartemen tidak perlu. Keputusan itu sudah final," kata Ketua DPR Setya Novanto di Gedung Nusantara III, Jakarta, seperti dikutip dari Kantor Berita Antara, Selasa, 22 Agustus 2017.

Novanto mengatakan dia juga sudah berbicara dengan Ketua Tim Pembangunan Fahri Hamzah dan Wakil Ketua DPR Fadli Zon terkait pembatalan pembangunan apartemen ini.

Novanto mengatakan dia sudah menjelaskan kepada Fahri Hamzah dan Fadli Zon tentang Rumah Jabatan Anggota DPR di Ulu Jami dan Kalibata. Jika rumah itu dikembalikan ke Kementerian Sekretariat Negara, prosesnya sangat panjang. Sehingga proses itu tidak memungkinkan.

"Itu harus melalui proses nanti disampaikan dulu di Setneg, belum lagi proses-proses lain yang sangat panjang. Rumah Jabatan di Ulu Jami dan Kalibata masih layak bagi anggota DPR," ujar Setya.

Gedung baru

Sementara itu Novanto juga menjelaskan tentang rencana pembangunan gedung baru DPR. Novanto hanya menjelaskan bahwa kondisinya saat ini sangat tidak memungkinkan untuk menampung jumlah anggota DPR sebanyak 560 orang dan para stafnya.

Dia mengatakan gedung kantor di Nusantara I hanya mampu menampung 800-1.400 orang, sedangkan saat ini diisi 560 anggota DPR dan masing-masing memiliki tujuh tenaga ahli dan staf.

"Tim meminta saya untuk mempertimbangkan kembali terkait pembangunan gedung baru DPR. Nanti Pak Fahri sebagai ketua tim yang akan menjelaskan lebih rinci," ucapnya.***

Baca Juga

Pengacara Elza Syarief Datangi KPK Terkait Ancaman Akbar Faisal

JAKARTA, (PR).- Pengacara Elza Syarief mendatangi Gedung KPK untuk berdiskusi soal adanya anggota DPR RI yang mengancam dirinya setelah memberikan kesaksian Senin, 28 Agustus 2017 pada sidang dengan terdakwa Miryam S Haryani di Pengadilan

Dokter: Setya Novanto Bisa Diperiksa KPK

JAKARTA, (PR).- Dokter yang menangani tersangka Setya Novanto di Rumah Sakit Premier Jatinegara, Jakarta Timur, memperkirakan Ketua DPR tersebut bisa diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK.