HMI Tolak Gedung Baru dan Apartemen DPR

Jumpas Pers HMI/MUKHIJAB/PR

YOGYAKARTA,(PR).- Para pimpinan dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) harus instrospeksi atas rencana membangun gedung dan apartemen baru. Daripada anggaran Rp 5,7 triliun untuk membangun gedung dan apartemen, dana tersebut sebaiknya dialihkan untuk membantu kesejahteraan rakyat.

Pengurus Badan Koordinasi Daerah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jalin Ridho menyatakan, gedung lama yang dipakai saat ini masih bisa dipakai dan kondisinya bagus. “Cobalah (DPR) berpikir secara matang, kalau gedung yang ada masih bisa dipakai, uang pembangunan sebesar itu (Rp 5,7 triliun) alihkan untuk kesejahteraan rakyat,” kata dia usai melantik Pengurus HMI Cabang Yogyakarta, Sabtu, 19 Agustus 2017.

Menurut dia, sikap sederhana dalam pribadi maupun fasilitas penunjang kerja DPR perlu dikedepankan oleh DPR di Senayan. Kalau contoh personal, dia mencotohkan Presiden Iran Ahmadinedjad yang bersedia merokoh gaji untuk kepentingan negara dan pribadi. Sedang gedung parlemen bisa melihat di negara lain yang tidak semegah di Indonesia.

“Kalau pun suatu saat membangun gedung parlemen, ya saya sih berpendapat jangan mewah-mewah dan sangat mahal biayanya. Kalau benar, yang mau dibangun termasuk apartemen, ya itu kemewahan. Mereka sudah punya rumah dinas, ah itu sudah cukup,” kata dia.

Ketua Umum HMI Cabang Yogyakarta Ulfi Suhami menyatakan sikap resmi masalah ini segera didiskusikan dalam rapat kerja HMI. “Kami masih melihat perkembangannya, bagaimana sikap resminya, kami akan berbicara dalam rapat pengurus,” kata dia.

Hanya simbol

Dalam seminar dan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di HMI Cabang Yogyakarta, Ketua Fraksi PPP MPR Arwani Thomafi menyatakan nilai-nilai Pancasila kurang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari warga. “Faktor globalisasi berpengaruh besar mendorong kondisi ini. Pancasila seolah-olah sebatas menjadi lambing dan simbol, bukan ideologi dan cita-cita bangsa,” tuturnya.

Menurut dia diperlukan aktualisasi atau pembaruan interpretasi nilai-nilai Pancasila dalam menghadapi tantangan globalisasi tersebut. “Upaya ini penting untuk menjaga NKRI terus tegak, berdaulat bidang politik, ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan,” katanya. ***

Baca Juga

Pengacara Elza Syarief Datangi KPK Terkait Ancaman Akbar Faisal

JAKARTA, (PR).- Pengacara Elza Syarief mendatangi Gedung KPK untuk berdiskusi soal adanya anggota DPR RI yang mengancam dirinya setelah memberikan kesaksian Senin, 28 Agustus 2017 pada sidang dengan terdakwa Miryam S Haryani di Pengadilan

Produk Legislasi Jangan Hanya Berdasarkan Kuantitas

JAKARTA, (PR).- Dalam usia yang ke 72 tahun, DPR mengakui jika produk legislasi (UU) yang dihasilkan tak saja berdasarkan jumlah atau kuantitas, namun yang terpenting adalah kualitas.