Tol Laut Tekan Ketimpangan Harga Antardaerah hingga 40%

Ilustrasi/REUTERS
Bongkat muat kapal di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.*

JAKARTA, (PR).- Program tol laut yang digagas pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla dinilai telah mampu menekan disparitas harga barang di sejumlah daerah hingga 40%. Tol laut juga menciptakan stabilitas harga dan ketersediaan barang sehingga harga tidak lagi fluktuatif karena angkutan barang lebih terjadwal.

"Adanya tol laut juga menciptakan ketersediaan barang yang sebelumnya tidak pernah ada di daerah. Barang-barang tersebut mungkin menjangkau wilayah pelosok karena pemerintah memberikan subsidi angkutan," kata Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Kementerian Perhubungan, Bay M. Hasani di Jakarta.

Berdasarkan data yang diolah dari berbagai institusi, harga bahan pangan pokok seperti beras dan gula turun berkisar 6% hingga 23% di sembilan wilayah. Harga semen di Kabupaten Puncak Jaya, Papua yang semula Rp 2,5 juta per sak kini turun 28% menjadi Rp 1,8 juta. Di Wamena, harga semen turun hingga 40% menjadi Rp 300.000 per sak.

"Itu memang baru sampai ke Wamena. Belum lagi diangkut ke perintis, dan ke pedalaman. Makanya wajar harganya bisa sampai jutaan. Harganya akan lebih murah lagi kalau kita sudah operasikan jembatan udara dengan perintis kargo udara dan subsidi kargo udara," jelas Bay.

Tambahan kapal untuk tol laut

Hingga saat ini, ada 10 rute tol laut yang sudah berjalan. Dua rute lain bakal segera menyusul. Total pelabuhan yang bakal disinggahi mencapai 41 pelabuhan, mulai dari Natuna dan Enggano di Kawasan Indonesia Barat hingga Namrole, Wasior, Saumlaki, Kisad, Namrole, dan Waingapu di Kawasan Indonesia Timur.

Dari 13 rute tol laut, sebanyak enam rute digarap PT Pelayaran Nasional Indonesia Persero (Pelni), sedangkan sisanya digarap empat perusahaan swasta lewat skema lelang. Pemerintah berencana menambah 20 kapal pada 2018 mendatang untuk menambah trayek.

Bay mengatakan, tambahan kapal ini bertujuan untuk menjangkau distribusi logistik ke daerah tertinggal, terpencil, terluar dan perbatasan. "Sekitar 20 sampai 25 trayek akan kita buka 2018. Penyediaan kapalnya, nanti kita bagi antara Pelni dan swasta, mungkin 15 dari swasta dan 5 dari Pelni," ujarnya.

Pemerintah tahun ini menggelontorkan anggaran hingga Rp 355 miliar. Itu untuk program tol laut dimana Rp 226,4 miliar untuk penugasan Pelni dan Rp 128,6 miliar untuk pelelangan umum.

Diungkapkan, selama ini porsi Pelni dan swasta dalam menggarap trayek tol laut seimbang, 50:50. Artinya, pemerintah berupaya juga dalam melibatkan peran swasta. Ke depannya, pihak Kemenhub berharap porsi swasta bisa lebih besar dalam menjalankan trayek-trayek tersebut.

Ke depannya, Kemenhub berencana memadukan tol laut dengan program jembatan udara untuk semakin mengurangi kesenjangan harga barang. Pemerintah akan memberikan subsidi dengan dua skema untuk angkutan udara ke wilayah pelosok.***

Baca Juga

Sofyano Zakaria

Kapal Dilarang Isi BBM Malam Hari, Program Tol Laut Terancam

JAKARTA, (PR).- Direktur Pusat Kebijakan Publik (Puskepi), Sofyano Zakaria menilai pelarangan pengisian bahan bakar minyak (BBM) ke kapal pada malam hari akan berdampak pada terhambatnya jadwal perjalanan kapal.

Pasca OTT KPK, Jabatan Dirjen Perhubungan Laut Diminati

JAKARTA, (PR).- Kosongnya jabatan Direktur Jenderal Perhubungan Laut, pasca-Operasi Tangkap Tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), bukan cuma menarik untuk diikuti perjalanannya menjelang assessment ke-15 calon yang lolos seleksi