Mahfud MD: Rencana Bangun Gedung Baru DPR Seperti Orang Cari-cari Proyek

Ilustrasi/MUHAMMAD AULIA

YOGYAKARTA,(PR).- Pimpinan DPR Pusat merencanakan pembangun  gedung baru  senilai Rp5,7 triliun. Mantan anggota DPR RI Mohammad Mahfud MD menilai gagasan itu berlebihan.

“Saya kan pernah berkantor di Senayan, gedungnya sudah mewah, ah masak mau dibangun lagi, itu mengada-ada,” katanya, Kamis, 17 Agustus 2017.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini menceritakan sering pergi ke luar negeri dan menyambangi gedung-gedung parlemen. Apabila dibandingkan dengan gedung-gedung parlemen di luar negeri, gedung parlemen Indonesia jauh lebih mewah. 

“Di luar negeri, banyak gedung parlemen lebih jelek dari gedung parlemen kita,” ujar dia.

DPR harus mengaca diri dengan gagasan membangun gedung parlemen pada 2009. Saat itu perencanaan desain dan pembiayaan senilai Rp 1,7 triliun sudah diputuskan. Namun, masyarakat merespon negatif, menolak rencana tersebut dan akhirnya DPR membatalkan rencana tersebut. 

Gedung sekarang masih bagus

Logikanya, rencana pembangunan gedung senilai Rp 1,7 triliun ditolak apalagi kali ini pagu anggaran Rp 5,7 triliun. “Gedung yang ada masih bagus, masak mau diganti,” kata dia.

“Kalau saya perhatikan, rencana pembangunan gedung baru kali ini seperti (orang) mencari-cari proyek. Saya khawatir kalau rencana DPR dikabulkan, eh jangan-jangan nasibnya seperti proyek E-KTP,” kata Mahfud.

Menurut dia Presiden Joko Widodo bisa menolak andaikata DPR benar-benar mengajukan aggaran pembangunan gedung baru. Posisi Presiden, menurut Mahfud, cukup kuat secara politik untuk menolak pembangunan gedung baru DPR Senayan.

“Kalau soal begitu, Presiden jangan tunduk sama parlemen. Posisi Presiden cukup kuat, kalau beliau menolak,  saya kira rakyat ikut di belakang dia,” kata ahli hukum tata negara tersebut. ***

Baca Juga