Pembangunan Tol Japek II Dilanjutkan, Kepadatan Akan Terjadi di 9 Titik

Tol Jakarta-Cikampek/ANTARA
Pengendara melintas di samping area pembangunan jalur kereta api ringan (LRT) dan jalan tol layang Jakarta-Cikampek II, di ruas jalan Tol Jakarta-Cikampek, di Bekasi, Jawa Barat, Rabu, 12 Juli 2017 lalu. PT Jasa Marga mengimbau pengendara menggunakan aplikasi peta "online" dan menggunakan jalan arteri sebagai jalur alternatif guna menghindari kemacaetan terkait pembangunan tiga proyek infrastruktur transportasi itu secara bersamaan.*

CIKARANG, (PR).- Pengguna jalan tol diminta mengantisipasi kepadatan yang diprediksi terjadi di beberapa titik di Tol Jakarta-Cikampek. Kepadatan terjadi lantaran sejumlah proyek pembangunan jalan kembali dilanjutkan. Setidaknya terdapat dua proyek pengerjaan yang dilaksanakan di salah satu tol terpadat di tanah air ini.

Kedua proyek yang kembali dilanjutkan ini terdiri dari kegiatan pemeliharaan (rekonstruksi perkerasan dan scrapping filling overlay) serta pembangunan proyek Jalan Tol Jakarta-Cikampek II (jalan layang). Sebelumnya, proyek ini ditunda pengerjaannya karena bersaman dengan momentum mudik lebaran.

“Pada periode arus mudik dan arus balik Lebaran 2017, seluruh proyek di seluruh koridor Jalan Tol Jakarta-Cikampek menghentikan pekerjaan pembangunan. Namun, terhitung sejak tanggal 6 Juli 2017, pembangunan Jalan Tol Jakarta - Cikampek II elevated, sejauh 36 kilometer, sudah dimulai pembangunannya di median tengah jalan tol,” kata AVP Corporate Communications PT Jasa Marga, Dwimawan Heru, saat menyampaikan siaran pers, Minggu, 16 Juli 2017.

Diakui Heru, beban lalu lintas di Tol Japek saat ini sangat tinggi. Kepadatan kerap terjadi di jalan tol lalu lintas harian rata-rata mencapai 590.000 kendaraan. Dengan angka tersebut, lanjut dia, kondisi arus lalu lintas sangat sensitif terhadap gangguan lalu lintas.

“Bila terdapat gangguan, maka berpotensi terjadinya kepadatan,” katanya.

Pengguna jalan tol diminta mengantisipasi kepadatan yang diperdiksi akan terjadi di sembilan titik yang memanjang mulai dari Cibitung hingga Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi. Kepadatan terjadi akan dilakukan rekayasa penyempitan jalan.

Kesembilan titik tersebut yaitu kawasan Cibitung (pada kilometer 25+400, 26+200, 27+050, 28), Cikarang Utama (29+700), Cikarang Barat (31+800, 33+100), Cibatu (36+750) dan Cikarang Timur (37+400).

Selanjutnya, pengerjaan pemeliharaan jalan pun akan dilakukan di sejumlah titik. Namun, pemeliharaan jalan ini akan dilakukan pada malam hari mulai pukul 8 malam hingga 5 pagi. Titik pemeliharan tersebut yakni lajur 1 di Km 36, Km 50 dan Km 52 (arah Cikampek), kemudian lajur 1 di Km 24-28, Km 37-36, Km 53 dan Km 20 (arah Jakarta).

“Pekerjaan pembangunan proyek jalan Tol Jakarta - Cikampek II ditargetkan selesai pada tahun 2019. Kemudian untuk mempertahankan standar pelayanan minimal jalan tol dan layanan kepada pengguna jalan, Jasa Marga Cabang Jakarta Cikampek melakukan kegiatan pemeliharaan secara bertahap. Rencana pekerjaan pemeliharaan akan dilakukan selama waktu satu minggu ke depan, mulai dari 16-23 Juli 2017,” katanya.

Baca Juga

Proyek Pelabuhan Patimban Terkendala Pembebasan Lahan

JAKARTA, (PR).- Proyek Pelabuhan Patimban yang berlokasi di Subang, Jawa Barat masih terkendala pembebasan lahan seluas 570 hektar. Padahal pembangunan fisik ditargetkan dimulai awal 2018.

Dana Desa Tahun Depan Lebih Besar

JAKARTA, (PR).- Sebanyak 44.946 desa dipastikan mendapat bantuan dana desa lebih besar ketimbang tahun ini. Pasalnya, pemerintah mengubah rasio pembagi dari skema 90:10 menjadi 80:20 pada 2018.

Muhammadiyah: Rokok Haram karena Berdampak Buruk

JAKARTA, (PR).- Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Anwar Abbas menjelaskan, organisasinya mengharamkan rokok karena berdampak buruk bagi kesehatan diri sendiri dan orang lain di sekitarnya.

KPK tak Ragu Hadapi Praperadilan Setya Novanto

JAKARTA, (PR).- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak ragu untuk menghadapi sidang praperadilan yang diajukan Setya Novanto, tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan paket penerapan KTP-e tahun 2011-2012 pada Kemendagri.