300 Mobile BTS Disebar di Titik-titik Rawan Macet

BTS di Kabupaten Bandung Baru 32 Persen
Ilustrasi BTS/USEP USMAN NASRULLOH/PR

JAKARTA, (PR).- Sebanyak 300 mobile BTS (base transceiver station) dari seluruh operator, akan disebarkan ‎di titik-titik rawan kemacetan mudik. Hal itu dilakukan untuk mencegah adanya ganguan komunikasi seluler selama masa mudik berlangsung.

"Posisinya di daerah yang potensi macet, seperti tahun kemarin ada di Brexit, sekarang lebih ke timur lagi. Ada juga di jalan-jalan fungsional, terdistribusi semuanya," ujar Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara saat konferensi pers di Jakarta, Senin, 19 Juni 2017.

Dia mengatakan, jumlah mobile BTS tersebut lebih banyak dibandingkan tahun lalu yang jumlahnya tidak lebih dari 200 orang. Meskipun demikian, mayoritas mobile BTS tersebut berada di pulau Jawa‎. "Ini hanya sampai Jawa Tengah, karena selanjutnya kan sudah terurai kemacetannya," ujar dia.

Menurut Rudiantara, ‎yang paling utama dari kelancaran mudik adalah dari sisi transportasi. Jika transportasi lancar, maka masalah komunikasi pun bisa teratasi. "Kalau macet, sistem tidak bermasalah pun, sinyal bisa macet karena semua menggunakan ponsel dalam waktu bersamaan," ujar dia.

Meskipun demikian, dirinya optimis mudik tahun ini relatif tidak ada gangguan berarti dalam hal komunikasi. Selain jumlah mobile BTS yang semakin banyak, kenaikan pemudik juga didominasi oleh penumpang angkutan udara. "Kenaikan pemudik tahun ini, di atas lima persen, namun kenaikan terbesar di angkutan udara. Jadi komunikasi di daratnya relatif aman," ujar dia.

Aplikasi Ayo Mudik

Pada mudik tahun ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika juga meluncurkan aplikasi Ayo Mudik. Aplikasi ini bertujuan untuk membantu masyarakat dalam mendapatkan informasi mudik. 

Rudiantara mengatakan, aplikasi ini lebih lengkap dibandingkan dengan aplikasi serupa yang diluncurkan oleh perusahaan. Sebab, sumber data aplikasi ini berdasarkan pada Kementrian dan Lembaga yang telah bekerja sama dengan Kominfo. "Ide pembuatan aplikasi ini baru muncul tiga minggu lalu. Selanjutnya aplikasi ini akan dikembangkan menjadi lebih lengkap dan cakupannya lebih luas," ujar dia.

Pemimpin Proyek Ayo Mudik, Agung Putra Pratama, mengatakan aplikasi Ayo Mudik telah diunduh oleh sekitar 8.900‎ orang sejak peluncurannya tanggal 15 Juni 2017. "Aplikasi bisa digunakan di Android, tapi ke depan ada kemungkinan bisa digunakan di ios," ujar dia.

Dalam aplikasi tersebut, pemudik bisa mendapatkan informasi mengenai cuaca yang datanya berasal dari BMKG. "Karena dari BMKG, jadi datanya resmi dan lebih akurat," ujar dia.

Selain itu pemudik juga bisa mendapatkan informasi mengenai jalur mudik, posko kesehatan, ATM, rest area, dan SPBU. "Aplikasinya teintegrasi dengan google. Kami juga bekerja sama dengan Kementrian Kesehatan, Jasa Marga, SPBU dan lembaga lainnya untuk mendapatkan informasi tersebut," kata Agung. 

Untuk saat ini, aplikasi tersebut baru mencakup di pulau Jawa. Namun seanjutnya aplikasi Ayo Mudik juga akan mencakup Sumatera mulai Kamis, 22 Juni 2017.***‎

Baca Juga

Pemudik Kereta Api Makin Aman dan Nyaman

JAKARTA, (PR).- PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah berupaya untuk mengoptimalkan moda transportasi yang memadai bagi masyarakat yang ingin pulang kampung (mudik) sebelum Lebaran.

banadra, husein sastranegara, bandung,

Lebaran, Bandara Diminta Beroperasi 24 Jam

BEKASI, (PR).- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumardi minta operator bandara untuk menambah jam operasinya menjadi  24 jam sehari pada masa angkutan Lebaran 2017. Bandara itu terutama yang berada di wilayah Jawa-Bali.

Penanganan Banjir Rancaekek Setelah Lebaran

SOREANG, (PR).- Banjir musiman yang kerap melanda Jalan Raya Rancaekek Kabupaten Bandung hingga menyebabkan kemacetan parah akan segera ditangani oleh pemerintah pusat setelah Lebaran 2017.