Angkutan Lebaran 2017, Tujuh Provinsi Dapat Bantuan

Lampu lalu lintas/USEP USMAN NASRULLOH/PR
PEKERJA kontraktor rekanan Dinas Perhubungan Kota Bandung mengganti reflektor dan lampu lalu lintas di pertigaan Jalan Mohammad Toha dan gerbang tol Mohammad Toha Kota Bandung, Selasa 11 Oktober 2016. Lampu dan reflektor yang diganti untuk pemeliharaan berjumlah 50 set dengan lampu LED.*

JAKARTA, (PR).- Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan menyiapkan 3.329 rambu dan 639 lampu penerangan jalan demi keselamatan pengguna Angkutan Lebaran tahun 2017. Terdapat 7 provinsi menjadi fokus, yakni Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, dan Jawa Timur.

“Selain rambu dan lampu penerangan jalan, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat juga menyiapkan fasilitas perlengkapan jalan lain seperti APILL (traffic light) sebanyak 10 Unit, Guardrail sebanyak 5.382 Meter, Variabel Message Sign (VMS) sebanyak 18 unit, dan Kamera CCTV sebanyak 50 unit,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Darat Pudji Hartanto di Jakarta, Rabu 31 Mei 2017.

Dikatakan, rambu dan lampu penerangan jalan diharapkan sudah terpasang sebelum H-10. Untuk mendukung manajemen rekayasa lalu lintas pada masa angkutan Lebaran di 7 provinsi tersebut, telah disiapkan beberapa peralatan pendukung. Antara lain traffic cone sebanyak 21.351 buah, water barrier sebanyak 2.750 buah, senter lalu lintas sebanyak 1.500 buah dan rompi survei sebanyak 3.000 buah.

Peralatan pendukung itu akan didistribusikan ke Dinas Perhubungan provinsi untuk penanganan manajemen dan rekayasa lalu lintas di jalan nasional. Selain itu juga untuk pengoperasian Terminal dan jembatan timbang.

“Diharapkan bantuan ini dapat memberikan kontribusi positif, sehingga penyelenggaraan angkutan Lebaran 2017 dapat berjalan dengan lancar, aman, nyaman, dan tertib,” kata Pudji.

Angkutan udara

Sebanyak 532 pesawat dari 14 maskapai disiapkan mengangkut 5,7 juta penumpang di 35 bandara pada masa mudik 2017. Kementerian Perhubungan dalam waktu dekat segera menyelesaikan uji kelaikan dan keselamatan untuk 532 pesawat itu yang digunakan selama mudik lebaran 2017 itu.

"Uji kelaikan dan keselamatan sudah dilakukan pada 510 pesawat terbang. Pemeriksaan 22 pesawat lainnya akan segera dituntaskan Sabtu 27 Mei 2017 ini. Sehingga armada telah siap dioperasikan saat Ramadan tiba," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Agus Santoso di gedung Airnav Indonesia, Tangerang.

Agus mengatakan angka 5,5 juta orang penumpang yang akan mudik 2017 dengan moda pesawat itu berarti mengalami peningkatan. Jumlah penumpang mudik 2016 mencapai sekitar 4,9 juta.

"Penumpang akan diangkut dengan tipe pesawat yang berbeda kapasitas, seat-nya (kursi) juga beda. Jadi, kapasitas pesawat sudah tersedia sekitar 5.780.000 seat dan dipakai hanya 5,5 juta. Sisanya untuk peak days," kata Agus.

Kementerian Perhubungan tahun ini menetapkan 26 hari masa operasi mudik Lebaran. Waktu dimulai dari 15 Juni 2017 sampai 10 Juli 2017. Masa puncak mudik diperkirakan akan terjadi pada 22 Juni 2017 dan puncak arus balik pada 2 Juli 2017.***

You voted 'terinspirasi'.

Baca Juga

banadra, husein sastranegara, bandung,

Lebaran, Bandara Diminta Beroperasi 24 Jam

BEKASI, (PR).- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumardi minta operator bandara untuk menambah jam operasinya menjadi  24 jam sehari pada masa angkutan Lebaran 2017. Bandara itu terutama yang berada di wilayah Jawa-Bali.

167 Ribu Pekerja Ikut Program Mudik Lebaran Bersama

JAKARTA, (PR).- Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri menyampaikan apresiasi kepada perusahaan-perusahaan swasta dan BUMN serta lintas kementerian yang telah menggelar mudik lebaran bersama bagi para pekerjanya.