#KlipingPR Hercules Jatuh, 100 Orang Tewas

Suasana kedatangan jenazah korban Hercules jatuh/DOK. PR

21 Mei 2009. Dunia penerbangan Indonesia berduka. Sehari sebelumnya, 20 Mei 2009, pesawat Hercules C-130 nomor A-1325 jatuh di Desa Geplak, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan. Pesawat itu merupakan salah satu pesawat yang dikategorikan laik terbang.

Pada 21 Mei 2009, suasana duka menyelimuti kedatangan jenazah korban musibah pesawat Hercules C-130, di Pangkalan Udara (Lanud) Halim Perdanaku­sumah, Jakarta Timur, Kamis 21 Mei 2009. Akibat kecelakaan itu, dilaporkan sebanyak 100 orang meninggal dunia, termasuk 2 korban warga Desa Geplak.

”Saya atas nama pemerintah, negara, dan pribadi, sekali lagi ingin mengucapkan rasa dukacita yang sedalam-dalamnya dan semoga keluarga Bapak, Ibu sekalian diberi ketabahan, ketegaran, dalam menghadapi musibah ini,” kata Pre­siden saat itu, Susilo Bambang Yudho­yono didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono.

Empat belas jenazah tiba di Lanud Halim, Kamis siang sebelum dikembalikan kepada keluarga masing-masing. Pesawat dengan nomor registrasi A-1325 mengalami kecelakaan jatuh di areal persawahan di Desa Geplak, Kec. Karas, Kab. Magetan, Jawa Timur, Rabu (20/5) pagi. Pesawat nahas itu membawa 98 penumpang dan 14 awak.

Di antara penumpang pesawat yang meninggal dunia adalah mantan Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Iswahyudi yang saat itu menjabat Panglima Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional (Pangkosekhanudnas) IV Marsekal Pertama Harsono dan istrinya Deti Harsono. Sebelum jatuh, pesawat Hercules itu sempat menabrak pohon dan menimpa rumah warga yang berlokasi sekitar lima kilometer dari Lanud Iswahyudi, Madiun.

Kamis 21 Mei 2009 pagi itu, Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla dan istri, Mufidah, mela­yat dan bertemu keluarga kor­ban jatuhnya pesawat Hercules tersebut. Pada saat itu, semua keluarga korban sedang menanti kedatangan jenazah anggota keluarga mereka.

”Jumlah korban meninggal musibah jatuhnya pesawat Hercules C-130 bertambah dari 96 orang menjadi 100 orang. Dari jumlah 100 orang ini, sebanyak 92 korban telah teridentifikasi, masih ada 8 korban yang belum teridentifikasi,” kata Kepala RS Lanud Iswahyudi Dr. Alexandra, di RS Lanud Iswahyudi, Madiun.

Anggota Komisi I DPR RI Yuddy Chrisnandi tahun 2009 mengatakan, banyaknya kecelakaan pesawat militer disebabkan ketidakberpihakan politik anggaran pemerintah terhadap alat utama sistem kesenjataan (alutsista) TNI.

”Kebutuhan minimal anggaran pertahanan tahun 2009 sebesar Rp 74 triliun. Tetapi yang dianggarkan Rp 35 triliun. Kalau 75% itu mestinya Rp 50 triliun. Dari total itu, minimal 25% itu untuk pemeliharaan alutsista, atau sebesar Rp 12,5 triliun,” ujarnya.

Pada tahun anggaran 2008, anggaran Dephan dan TNI tercatat Rp 36,39 triliun yang hanya dapat mendukung sekitar 36% kebutuhan minimal. Padahal kebutuhan minimal Departemen Pertahanan dan TNI sekitar Rp 100,53 triliun.

Hal senada diungkapkan Komandan Komando Pemeliharaan Material TNI Angkatan Udara (Koharmatau) rtahun 2009, Marsekal Muda Sunaryo H.W. Menurut dia, anggaran yang diperoleh TNI AU untuk perawatan pesawat Hercules minim. Setiap tahunnya, berdasrkan data tahun 2009, TNI AU hanya memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp 100 miliar. Padahal satu pesawat membutuhkan biaya perawatan hingga 8 juta dolar.

Pesawat Hercules C-130 nomor A-1325 yang jatuh di Desa Geplak, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, Rabu 20 Mei pagi merupakan salah satu pesawat yang dikategorikan laik terbang.***

Baca Juga

Begini Kondisi Mobil Setya Novanto yang Menabrak Tiang

JAKARTA, (PR).- Ketua DPR RI Setya Novanto mengalami kecelakaan dan dilarikan ke rumah sakit Permata Hijau setelah mobil yang dikendarainya menabrak tiang listrik di Jalan Permata Berlian, Jakarta, Kamis 16 November 2017 malam.

KPK Datangi Kediaman Setya Novanto

JAKARTA, (PR).- Tim penyidik KPK mendatangi rumah Ketua DPR Setya Novanto di Jalan Wijaya XIII, Jakarta Selatan usai ketidakhadirannya dalam pemeriksaan sebagai tersangka dugaan korupsi e-KTP.

Setya Novanto Dipindahkan ke Rutan KPK

JAKARTA, (PR).- Ketua DPR Setya Novanto dipindahkan ke rumah tahanan KPK yang berlokasi di gedung KPK setelah dinyatakan sehat.

#KlipingPR Pasar Kadungora Garut Dilanda Kebakaran Besar

14 November 1994. Sebanyak 591 kios, los, dan jongko di Pasar Kadungora, Garut musnah terbakar. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut tetapi sejumlah pedagang dilaporkan pingsan saat melihat harta bendanya hangus terbakar.