Porter Ini Kembalikan Dompet Berisi Ratusan Juta Rupiah ke Pemiliknya

Uang temuan porter/EVIYANTI/PR
UANG senilai lebih dari Rp 300 juta paspor dan kartu identitas milik penumpang kereta api Argowilis relasi Kroya- Bandung ditemukan petugas pengangkut barang (porter) supriyanto, Kamis, 18 Mei 2017 dikembalikan kepada pemiliknya dalam kondisi masih utuh.*

PURWOKERTO, (PR).- Tindakan seorang pramuantar atau dikenal dengan porter, di Stasiun Kroya, Cilacap Jawa Tengah patut diacungi jempol. Supriyanto (40) nama porter tersebut, menemukan dompet dan ia kembalikan ke pemiliknya. Ia tak tergiur dengan nilai isi dompetnya yang mencapai ratusan juta rupiah.

Dia mengembalikan tas penumpang berisi uang ratusan juta, terdiri dari uang rupiah dan dolar Singapura, kepada pemiliknya dalam kondisi utuh. Bahkan mengintip apa yang ada di dalam tas pun tidak dia lakukan. 

"Katanya,  tas  itu berisi uang ratusan juta rupiah, jumlah tepatnya saya tidak tahu. Syukurlah uang sudah dikembalikan ke pemiliknya di Bandung, saya gembira dan ikhlas," kata Supriyanto yang biasa dipanggil Supri, ketika dihubungi Jumat, 19 Mei 2017.

Pada Kamis, 18 Mei 2017 petugas angkut barang menemukan  tan di Caffe Eco Bakery di komplek Stasiun Kroya tergeletak di meja, saat itu dia akan beristirahat. 

Supri sempat tergetar hatinya menemukan tas yang nampaknya cukup mahal. Saat itu hanya ada Supri dan penjaga kafe, tanpa melihat isi, dia langsung menyerahkan tas temuan tersebut ke pihak stasiun. 
 
Dari pemeriksaan ternyata isi dari tas adalah paspor dan buku rekening atas nama Liem Yenoes Budiyanto. Terdapat uang 25 ribu dolar Singapura setara Rp 250 juta dan lembaran uang rupiah yang mencapai 14,7 juta. Supri mengaku, nilai itu sangat besar yang ia pernah pegang selama hidupnya.

Supriyanto sudah 5 tahun menjadi porter di Stasiun Kroya. Baru kali ini ia menemukan barang berharga milik penumpang. "Saya cerita ke istri, saya sempat gemetar, tapi saya ajak istri agar  ikhlas," kata Supri yang sudah lima tahun jadi buruh angkut barang. 

"Saya tidak tahu isi tas. Karena tak ada pemiliknya, ya saya titipkan saja ke kantor (Stasiun Kroya)," tutur Supri.

Pihak stasiun memberitahu barang berharga tersebut diambil oleh kakak pemilik tas. Ada surat pernyataan pengembalian barang disertai foto. Sang penerima tas sudah diverifikasi bahwa dia memang saudara pemilik tas.

Sebagaimana Standart Operating Procedure (SOP) PT KAI, penyerahan barang ke pemilik disertai surat pernyataan. Sebelumnya, sang penerima diverifikasi identitasnya untuk memastikan hubungan dengan pemilik barang.

Penumpang Agrowilis

Manager Humas PT KAI Daop 5 Puwokerto Ixfan Hendri Wintoko mengatakan, setelah penemuan tas berisi uang.  Kepala Stasiun Besar Kroya memeriksa daftar manifest yang telah dicetak dari rail ticket system (RTS). Ternyata benar pemilik tas adalah orang yang tetera di paspor dan merupakan salah satu penumpang KA 5 (Argowilis) relasi Kroya- Bandung yang beralamat di Cilacap.

"Dengan adanya kesamaan data pada manifest, pemilik tas tersebut dihubungi dan dia mengaku tasnya ketinggalan di Cafe. Diapun turun di Stasiun Banjar untuk kembali ke Cilacap dan menyuruh kakaknya yang bernama  Genius Widyaherlim untuk mengambil tas tersebut," jelasnya.

Setelah pemeriksaan identitas dan data-data tas  segera diserahkan kepada pemiliknya  melalui Genius Widyaherlim. "Dia menyampaikan banyak terima kasih dan  kagum dengan  kejujuran petugas KAI dan orang-orang yang bekerja di lingkungan Stasiun tersebut," tambahnya.

Diakui sudah banyak temuan di stasiun dan kereta milik penumpang ada laptop. handphone, tablet , dompet hingga helm semua dikembalikan kepada pemilik tanpa ada biaya seperpun. Meski pemilik barang kerap kali ingin memberikan penghargaan berupa uang atau barang,   sebagai tanda tanda terima sesuai SOP harus ditolak. 

"Insya Allah selama  ditemukan petugas atau porter, barang penumpang yang ketinggalan akan aman," jelasnya.***

Baca Juga

Aksi Tolak PLTPB Baturaden Berujung Kekerasan

PURWOKERTO, (PR).- Aksi penolakan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) Baturaden berakhir dengan aksi kebrulatan polisi terhadap wartawan dan warga  pendemo Senin 9 Oktober 2017 malam.