#KlipingPR Peringatan 100 Tahun Kartini, Ibu Tien Datang dengan 6 Heli

PR Edisi 21 April 1979
SEBUAH bangunan di Kompleks Pemerintahan Kabupaten Rembang yang dulu menjadi tempat sekolah tinggal RA Katini.*

21 April 1979. Hari Sabtu itu bertepatan dengan peringatan 100 tahun Raden Ajeng Kartini. Se-Indonesia, peringatannya dipusatkan di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Ribuan orang yang ikut merayakan seabad Kartini ini tumplek di Rembang dan sekitarnya. Untuk membayangkan kemeriahannya, rombongan yang datang dari Jakarta saja jumlahnya sekitar 1.000 orang.

Sejumlah menteri negara hadir. Tak lupa para diplomat dari negara sahabat diundang ke sana. Beberapa bertolak dari ibu kota Jawa Tengah, Semarang, lalu bergerak ke Rembang.

Ada yang mencolok pada peringatan itu. Ibu negara, Siti Hartinah atau akrab disebut Ibu Tien, menghadiri peringatan itu dengan menggunakan 6 helikopter. Sejumlah heli itu akan hinggap di lapangan di depan sebuah SD. Perjalanan mereka kemudian dilanjutkan dengan menggunakan mobil menuju makam RA Kartini di Bulu Mantingan. Di makam itu, Ibu Tien melakukan upacara tabur bunga dan menandatangi sebuah prasasti.

Acara puncak dilakukan di pendopo Kabupaten Rembang dan ditandai dengan menabuh lesung sebanyak 3 kali. Acara itu juga menandai dimulainya Program Kilat keluarga Sehat yang serentak digelar di Indonesia. 

Karena acara itu dianggap sangat istimewa, sebuah prangko bergambar RA Kartini diluncurkan di sana. Beberapa penghargaan juga diberikan pemerintah pusat pada sejumlah perempuan yang dianggap berjasa.

Satu hal istimewa lainnya adalah diresmikannya kantor Kabupaten Rembang menjadi museum. Pada zaman RA Kartini, kantor itu merupakan bangunan tempat Kartini mengajar. Sejarah mencatat, di sana Kartini berbagi ilmu dan keterampilan, salah satunya membatik. Untuk mewujudkan museum jejak Kartini itu, pemerintah pusat berkomitmen untuk melakukan perombakan gedung tua tersebut.

Rupanya pemerintah memiliki rencana lain dari peringatan seabad Kartini ini. Tak hanya mengingat jasa besar Kartini, tapi juga mengajak para tamu untuk berinvestasi. Sejumlah tamu negara itu dibawa berkeliling ke pabrik gula dan pabrik rokok Djarum di Kudus, hingga pusat kerajinan tangan di Pati.***

Baca Juga

#KlipingPR ITB Jadi Penyumbang Kerusakan Bukit Dago Pakar

5 September 1981. Kerusakan lingkungan yang terjadi di Bandung utara sudah berlangsung sejak lama. Pembangunan perumahan yang mengorbankan daerah resapan air itu mulai tak terkendali sejak tahun 1980-an.