Total Sampah di Indonesia Capai 187,2 Juta Ton/Tahun

Sahabat Inspirasiku/ISTIMEWA
Para siswa-siswi sangat antusias menyimak & mendengarkan penjelasan tentang tata cara membaca label kemasan pada makanan yang dilakukan oleh Relawan GarudaFood Sehati dalam Program Sahabat Inspirasiku, di SDN 09 Kebayoran Lama Utara, Jumat 31 Maret 2017.*

JAKARTA, (PR).- Tingkat pencemaran lingkungan sangat memprihatinkan, data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyebutkan bahwa total sampah di Indonesia mencapai 187,2 juta ton per tahun. Meningkatnya angka kepadatan penduduk serta keterbatasan lahan untuk menampung sisa konsumsi menjadi salah satu faktor penyebab volume sampah yang terus menggunung.

Melihat kondisi itu, maka GarudaFood Sehati bersama dengan komunitas Bank Sampah Melati Bersih memberikan edukasi sejak dini kepada siswa-siswi sekolah dasar tentang konsep Bank Sampah dan food safety di SDN 09 Kebayoran Lama Utara melalui program Sahabat Inspirasiku yang fokus pada bidang pendidikan dan lingkungan.

Program Sahabat Inspirasiku kali ini bertujuan untuk memupuk rasa tanggung jawab dan kepedulian terhadap lingkungan sedini mungkin, serta edukasi mengenai penerapan konsep Food Safety dalam kehidupan sehari-hari. Bank Sampah Melati Bersih merupakan wadah pemberdayaan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dengan menggunakan metode pengolahan sampah an-organik dengan konsep 3R. Setiap individu dapat melakukan pemilahan sampah an-organik, lalu disetor ke Bank Sampah Melati Bersih dan kemudian akan dicatat ke dalam Buku Tabungan yang telah dikonversikan ke nilai rupiah.

Dian Astriana, Corporate Communication Head GarudaFood menyebutkan “Kegiatan edukasi ini dilakukan untuk mengedukasi generasi muda Indonesia, bahwa sampah ternyata memiliki nilai ekonomis jika kita jeli melihat peluang. Melalui konsep Bank Sampah, mereka diperkenalkan mengenai cara memilah & mengelompokkan sampah untuk diolah melalui 3R (Reduce, Reuse, Recycle) atau disetor ke tabungan Bank Sampah untuk dikonversikan ke dalam Rupiah. Selain itu, kami juga mengedukasi sedini mungkin tentang keamanan pangan (food safety), bagaimana anak-anak mengenal makanan yang aman untuk dikonsumsi serta cara membaca label kemasan. Kami harap, melalui program ini, mereka dapat menjadi agent of change bagi lingkungan mereka.“

Sedangkan, edukasi Food Safety sejalan dengan program Corporate Social Responsibilities GarudaFood Sehati yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan menambah pengetahuan konsumen dalam mengenal jenis pangan yang aman untuk dikonsumsi yang diantaranya memenuhi syarat; bebas dari cemaran fisik, kimia maupun biologi. Pada kesempatan yang sama, GarudaFood Sehati juga memberikan tips mengenai keamanan pangan yang terbagi atas empat hal yakni Kenali Pangan yang Aman, Beli Pangan yang Aman, Baca Label dengan Seksama dan Jaga Kebersihan.

GarudaFood Sehati adalah program Corporate Sosial Responsibility (CSR) GarudaFood Group yang mempunyai misi untuk membawa perubahan yang menciptakan kemanfaatan bagi masyarakat berdasarkan prinsip saling menumbuhkembangkan. Melalui GarudaFood Sehati, GarudaFood Group terus menjalankan CSR dengan fokus pada 5 (lima) pilar yakni; pendidikan, kesehatan masyarakat, lingkungan, bantuan kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat.***

Baca Juga

Agrikanas Program Unggulan MUI

BOJONEGORO, (PR).- Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama GarudaFood Group meluncurkan program Agrikanas (Agribisnis Kacang Nasional) di Desa Alang Kemangi Kec. Dander Bojonegoro, Jawa Timur.

Siswa dari Dua SMA Nonton Cepot Goes To School

BANDUNG, (PR).- PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mengadakan rangkaian kegiatan “Wayang for Student” untuk 700 siswa-siswi SMA Santa Angela Bandung dan 1.240 SMA Negeri 24 Bandung.

Tertangkap OTT, Hakim Tidak Jera

JAKARTA, (PR).- Direktur Puskapsi Universitas Negeri Jember, Bayu Dwi Anggono, berpendapat Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap sejumlah hakim baru-baru ini oleh KPK merupakan akibat dari lemahnya pengawasan terhadap hakim baik secara int

Status Gunung Agung Turun Jadi Siaga

JAKARTA, (PR).- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan status aktivitas Gunung Agung di Kabupaten Karangasem turun dari AWAS (level IV) menjadi SIAGA (level III)