Pemerintah Kembangkan Skema Pembiayaan Non-APBN

Ilustrasi/DOK PR

JAKARTA, (PR).- Pemerintah mengembangkan skema pembiayaan infrastruktur yang tidak bersumber dari APBN. Beberapa skema pembiayaan yang mulai dicoba adalah Pembiayaan Investasi Non Anggaran (PINA) Pemerintah dan Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU).

Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, program PINA didesain untuk mengisi kekurangan pendanaan proyek-proyek infrastruktur prioritas yang membutuhkan modal besar, namun tetap dinilai baik secara komersial. Untuk dapat menjalankan proyek-proyek ini, BUMN dan swasta pengembang infrastruktur harus memiliki kecukupan modal minimum.

"Selama ini permodalan BUMN ditopang dan sangat tergantung kepada anggaran pemerintah melalui Penanaman Modal Negara (PMN)," katanya saat pidato dalam acara Pembiayaan Investasi Non Anggaran Pemerintah (PINA) dan Launching PPP Book 2017 di Istana Negara, Jumat, 17 Februari 2017.

Masalahnya, ruang fiskal APBN saat ini semakin terbatas sehingga dibutuhkan sumber-sumber non-anggaran pemerintah, dengan memanfaatkan dana kelolaan jangka panjang yang setengah menganggur. Contohnya, seperti pada dana-dana pensiun dan asuransi baik dari dalam maupun luar negeri.

Bambang mengatakan, saat ini program PINA telah berhasil mendorong pembiayaan tahap awal 9 ruas jalan Tol senilai Rp 70 triliun. Sebanyak 5 diantaranya adalah Tol Trans Jawa. Pada pilot program PINA ini, PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) dan PT Taspen (Persero) memberikan pembiayaan ekuitas tahap awal kepada PT Waskita Toll Road sebesar Rp 3,5 triliun sehingga total ekuitas menjadi Rp 9,5 triliun dari kebutuhan Rp 16 triliun.

Menurutnya, program PINA akan mendorong agar kekurangan ekuitas tersebut dapat dipenuhi pada tahun ini atau awal tahun depan, dengan mangajak berbagai institusi pengelola dana yang ada. Dengan demikian, target agar Tol Trans Jawa terhubung per akhir 2018 dapat terwujud untuk mengakselerasi pembangunan nasional dan juga memberi daya ungkit perekonomian.

"Pilot project ini bukan satu-satunya yang kami fasilitasi melalui PINA. Setelah Tol Trans Jawa, telah ada beberapa calon investee yang sedang dalam proses fasilitasi oleh Bappenas," ujarnya.

Bambang menjelaskan, skema PINA akan melengkapi skema KPBU sebagai alternatif pembiayaan infrastruktur. "Meskipun KPBU melibatkan swasta, tetapi tetap masih ada unsur pemerintah karena pemerintah tetap berkomitmen untuk menyediakan layanan yang pro-rakyat dengan memegang kendali atas tarif," ujarnya. ***

Baca Juga

Jokowi: Arab Saudi Memiliki Tempat Khusus

BOGOR, (PR).- Arab Saudi memiliki tempat khusus bagi Indonesia karena pada jaman perjuangan, Arab Saudi menjadi salah satu negara yang mengakui kemerdekaan Indonesia.