Indonesia Pastikan Bantuan Hukum Bagi Siti Aisyah

Paspor Siti Aisyah/KBRI

JAKARTA, (PR).- Kepala BNP2TKI Nusron Wahid memastikan Pemerintah Indonesia akan memberikan bantuan hukum kepada Siti Aisyah. Hal ini terlepas apapun statusnya di Malaysia, apakah sebagai TKI atau WNI yang sedang berkunjung ke Malaysia.

Menurut Nusron, KBRI Kuala Lumpur memiliki 2 tim pengacara untuk memberikan pembelaan hukum kepada WNI yang menghadapi masalah hukum di Malaysia. Salah satu tim pengacara yang disewa KBRI Kuala Lumpur khusus diperuntukkan untuk melakukan pembelaan hukum terhadap WNI yang dituduh melakukan tindak pidana dengan ancaman hukuman mati seperti pembunuhan, pemilikan senjata api secara ilegal, penculikan dan perdagangan narkotika.

"Saat ini kami masih menunggu tuduhan yang dikenakan kepada Siti Aisyah karena masih dalam proses siasatan (pemeriksaan)," katanya.

Sekretaris Utama  BNP2TKI Hermono mengatakan,  saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan polisi dan bertemu Siti Aisyah. Pemerintah melalui KBRI Kuala Lumpur, katanya, akan menyediakan bantuan hukum apabila hasil penyelidikan polisi menyimpulkan Siti Aisyah terlibat skandal pembunuhan terhadap Kim Jong-Nam. Namun, bisa saja bahwa hasil pemeriksaan polisi Malaysia menyimpulkan Siti Aisyah tidak terlibat.

"Oleh sebab itu, kita tunggu saja proses hukum yang sedang berjalan dan tidak membuat spekulasi sampai ada kejelasan permasalahan sebenarnya yang dialami Siti Aisyah," katanya.

Sebelumnya Siti Aisyah ditangkap terkait kematian Kim Jong-nam, kakak tiri dari pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. Selain menangkap wanita asal Serang, Banten itu kepolisian Malaysia juga turut menangkap warga Negara Malaysia bernama Muhammad Farid bin Jalaluddin (26) dalam kasus yang sama. Dia diidentifikasi sebagai kekasih dari Sisti Aisyah. ***

Baca Juga

Siti Aisyah Jangan Dijadikan Korban Konspirasi

JAKARTA, (PR).-  Jaksa Agung HM Prasetyo menyinggung persidangan Siti Aisyah, tersangka pembunuhan Kim Jong-Nam saat mengadakan pertemuan bilateral dengan Ketua Mahkamah Agung Malaysia, Tan Sri Datuk Wira Ahmad Bin Haji Maarop, Rabu, 6 Des

Dua Menteri Ini Berada di Persimpangan Politik

JAKARTA, (PR).- Dua menteri di kabinet kerja Presiden Joko Widodo kini tengah dihadapkan dengan pilihan politik. Kedua menteri itu yakni Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

Jokowi: Semua TKI Harus Punya Paspor

KUCHING, (PR).- Presiden Joko Widodo bertemu dengan masyarakat Indonesia di Sarawak yang digelar di Stadium Perpaduan, Kuching Sarawak, Malaysia pada Rabu, 22 November 2017.