SBY Bantah Pernyataan Antasari Azhar

Bantahan SBY/ANTARA
PRESIDEN ke-6 RI yang juga Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono memberikan keterangan pers di kediamannya di kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Selasa 14 Februari 2017. Dalam keterangannya SBY membantah ia terlibat dalam kasus Antasari Azhar.*

JAKARTA, (PR).- Susilo Bambang Yudhoyono pada Selasa 14 Februari 2017 menyampaikan bantahan terhadap pernyataan Antasari Azhar yang mengatakan jika mantan presiden ke-6 tersebut sebagai inisiator kriminalisasi terhadap Antasari.

"Dengan tegas saya nyatakan tuduhan itu sangat tidak benar. Tuduhan itu tanpa dasar. Tuduhan itu liar," kata SBY pada jumpa pers di rumahnya di kawasan Mega Kuningan, Jakarta.

Dikutip Antara SBY mengatakan tidak pernah menggunakan jabatannya sewaktu masih menjadi presiden untuk mengintervensi kasus hukum Antasari.

"Seperti ada misi untuk menyerang nama saya dan keluarga saya," kata SBY didampingi putranya, Edi Baskoro Yudhoyono dan sejumlah kader Partai Demokrat.

Sebelumnya, pada Selasa, mantan ketua KPK Antasari Azhar menyambangi Kantor Bareskrim, Mabes Polri sekitar pukul 11.20 WIB.

Antasari menyebut SBY telah merekayasa kasus Antasari yang mengakibatkan dia divonis 18 tahun penjara atas tuduhan pembunuhan berencana terhadap direktur Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen.

Antasari juga menyebutkan bahwa CEO MNC Group Hari Tanoe telah diperintah oleh orang Cikeas untuk meminta Antasari agar tidak menahan Aulia Pohan yang kala itu terkait kasus korupsi.

SBY juga mengatakan pernyataan Antasari tersebut sebagai "kampanye hitam" di jam-jam terakhir sebelum Pilkada DKI untuk menjatuhkan nama Agus Harimurti Yudhoyono yang mencalonkan diri sebagai gubernur DKI Jakarta.

"Saya harap penegak hukum mengungkap fakta, data, dan kebenaran dengan gamblang," kata SBY.***

Baca Juga

Pancasila, Bukan Pancadharma

TANGGAL 1 Juni ditetapkan sebagai Hari Lahir Pancasila, ideologi dasar negara Indonesia. Dan, mulai tahun ini, 1 Juni dijadikan hari libur nasional. Penetapan tanggal ini merujuk peristiwa yang terjadi 72 tahun silam.

Asuransi Usaha Tani Padi Meningkat

JAKARTA, (PR).-Jumlah sawah petani yang diasuransikan dalam dua tahun terakhir ini semakin luas. Tahun 2015-2016 baru 660 ribu hektare dan hingga akhir 2017 ini diperkirakan akan melonjak menjadi 1 juta hektare.