Perempuan Harus Lebih Cerdas Tangkal Hoax

Pengurus GePe Ormas MKGR/LUAY ALISYAHBANA
PARA pengurus Gerakan Perempuan (GePe) Ormas Musyawarah Keluarga Gotong Royong (MKGR) mendatangi gedung Nusantara 2 DPR RI Jakarta, Senin 13 Februari 2017.*

JAKARTA, (PR).- Sebanyak 30 orang pengurus Gerakan Perempuan (GePe) organisasi masyarakat (ormas) Musyawarah Keluarga Gotong Royong (MKGR) mendatangi gedung Nusantara 2 DPR RI Jakarta, Senin 13 Februari 2017. Mereka yang baru dilantik Kamis 2 Februari 2017 itu mengikuti seminar yang bertajuk "Mewujudkan pers yang independen dan netral sebagai salah satu upaya penanggulangan berita palsu (hoax)".

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Fraksi Partai Golkar, menghadirkan pembicara di antaranya: Menteri Komunikasi dan Informasi, Rudiantara; Ketua Dewan Pers, Yosep Stanley Adi Prasetyo; pakar media sosial, Nukman Luthfie ; dan wartawan senior, Budiarto Shambazy. Acara dimoderatori Tantowi Yahya.

Dalam acara yang berlangsung 4 jam tersebut, sejumlah pengurus GePe Ormas MKGR tampak serius mengikuti acara tersebut. Hetifah Sjaifudian, sebagai Ketua umum GePe Ormas MKGR, menekankan bahwa materi dalam seminar ini sangat penting, tak terkecuali bagi perempuan, karena media online dan media sosial sudah menghegemoni hidup kita sehari-hari.

"Banyak muatan negatif dan tidak terpercaya atau muncul begitu saja ke ranah privat, melalui telefon seluler. Sadar tidak sadar, kita sering secara instan ikut menyebarluaskannya," kata Hetifah.

Selain itu, Hetifah yang juga anggota DPR RI komisi 2 ini, mengimbau agar ke depan kita harus lebih cerdas dalam menilai dan menyelidiki berita. Masyarakat, terutama perempuan sudah seharusnya tak sembarang menyebar berita yang bersifat menghasut, pornografi, ada unsur penipuan, SARA,  kekerasan, tidak masuk akal, dan tidak bermanfaat.

"Selidiki dulu kebenaran informasi, baru kita sebarkan jika kita yakin informasi itu bermanfaat untuk orang lain," kata Hetifah.***

Baca Juga

BNPB: Korban Gempa Bumi Jadi Tiga Orang

JAKARTA, (PR).- Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, korban gempa bumi berkekuatan 6,9 Skala Richter yang terjadi pada Jumat 15 Desember 2017 tengah malam, bert

Presiden Jokowi Pantau Terus Penanganan Gempa

YOGYAKARTA, (PR).- Presiden Joko Widodo terus memantau penanganan gempa berkekuatan 6,9 Skala Richter yang mengguncang wilayah bagian selatan Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta pada Jumat 15 Desember 2017 malam.