Kuota Haji Akan Normal Lagi

Ilustrasi/ERROL DAOMARA

SOREANG,(PR).- Kabar gembira bagi kaum muslim seluruh dunia, termasuk Indonesia, di awal tahun 2017 ini. Raja Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz akhirnya menyetujui usulan penambahan kuota jemaah haji seluruh dunia untuk  musim haji 1438 H/2017 ini.

Keputusan Khadimul Haramain (pelayan dua Tanah Haram) ini, diumumkan raja berusia 81 tahun ini, Kamis, 7 Januari 2017. Dengan keputusan ini, jumlah jemaah haji di puncak musim haji kembali akan mencapai sekitar 2,4 juta orang.  Sebelumnya selama lima tahun terjadi pengurangan kuota resmi menyusul renovasi total kompleks Masjidilharam dan Kawasan Arafah-Mina, yamg dimulai 2013 lalu.

"Alhamdulillah, ini kabar gembira bagi umat Islam dunia," ujar Deputi Konsulat Jenderal Haji India di Jeddah, Muhammad Shahid Alam, seperti dilansir dan Arab News, Sabtu, 8 Januari 2017.

Shahid adalah satu dari sekitar 92 otoritas sekaligus perwakilan pejabat haji negara-negara Islam yang mengikuti rapat tahunan dengan pihak kerajaan dan kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi. Dengan persetujuan penambahan total kuota jemaah dari Raja Salman, para perwakilan negara-negara Islam merencanakan rapat lanjutan membahas persiapan penambahan kembali kuota luar negeri ini. Rapat ini nantinya akan mementukan besaran kuota masing-masing negara, sesuai jumlah penduduk Muslim di negaranya.

Tahun 2016 lalu, Raja menyetujui menerima 1,862,909 total jamaah di Bulan zulhijjah 1437H lalu. Dari total itu,  negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) dijatah 1.325.372 orang jemaah. Jumlah ini termasuk jatah Muslimin Indonesia, negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia, dengan kuota haji sebesar 168.010  jemaah. Sedangkan jemaah domestik, atau Arab dijatah 537.537 jemaah.

"Kuota haji Indonesia setelah dikurangi 20 persen jumlahnya 168.010 orang, sedangkan kalau kuota haji normal kembali akan menjadi 211.000 orang," kata Sekretaris Jenderal Kemenag, Nur Syam, saat berada di Soreang, Sabtu, 7 Januari 2017.

Nur Syam menyambut baik apabila kuota haji Indonesia akhirnya kembali normal seperti sediakala sehingga bisa mengurangi daftar tunggu. "Pemangkasan sebanyak 20 persen itu merupakan kebijakan pemerintah Arab Saudi. Bahkan untuk kuota penduduk Saudi, pemangkasannya mencapai 50 persen. Pemangkasan itu dilakukan karena pemerintah Saudi mengerjakan renovasi perluasan Masjidilharam," ujarnya.

Meski kabar kepastian kuota haji kembali normal itu sudah ramai di masyarakat dan media massa, namun Nur Syam belum bisa memastikannya karena menunggu informasi langsung dari Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin yang mengikuti rapat pembahasan kuota haji di Jeddah, Arab Saudi. "Tentu saja keinginan Kemenag dan kaum Muslimin Indonesia agar kuota haji kembali normal lagi. Namun, Arab Saudi memiliki kewenangan dan pasti lebih memahami kondisi fasilitas haji sehingga keputusannya harus dihormati," katanya.***
 

Baca Juga

Air Bersih Murah Meriah dari Bumdes Margabakti Persada

SOREANG, (PR).- Musim kemarau membuat warga masyarakat menjerit kekurangan air bersih. Bahkan, PDAM Tirta Raharja Kabupaten Bandung pun kesulitan mendapatkan air baku karena sungai-sungai berkurang drastis airnya.